Pendidikan

Universitas Ma Chung Dorong Desa Wisata Sumberdem melalui Pelatihan Ekraf dan Mesin Serut Bambu

Universitas Ma Chung terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Binaan, (11/11/25). Salah satu kegiatan terbaru adalah pelatihan batik, anyaman bambu, ecoprint, serta instalasi mesin serut bambu di Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, bagian dari Hibah Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI.

Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan potensi Desa Sumberdem, yang kaya bambu, kopi, cengkeh, dan bunga, menjadi Desa Wisata Kreatif. Pelatihan tahap pertama (11–12 Oktober 2025) fokus pada teknik ecoprint dan bambu ukir, sedangkan tahap kedua (10–11 November 2025) meliputi batik tulis, ciprat, cap, dan penggunaan mesin serut bambu untuk meningkatkan produktivitas kerajinan.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Prof. Dr. Anna Triwijayati, menyampaikan: “Melalui kegiatan ini, kami memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghasilkan produk kriya bernilai ekonomi sekaligus menjadi daya tarik wisata.”

Program ini sejalan dengan Asta Cita ke-3 dan ke-6 serta SDGs poin 8 dan 12, menekankan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Universitas Ma Chung menargetkan terciptanya produk unggulan desa seperti batik khas, ecoprint, dan kerajinan bambu, yang dapat menjadi ikon Desa Wisata Kreatif mandiri dan berdaya. Red