Komunitas

Hangat dan Penuh Persahabatan, International Single’s Day di Surabaya Satukan Muda-Mudi Tionghoa

Suasana hangat dan penuh persahabatan terasa dalam perayaan International Single’s Day yang diikuti 100 muda-mudi serta para senior dari 11 perkumpulan Tionghoa di Surabaya. Acara digelar di Restoran Mahameru, tepat pukul 19.00 WIB, Selasa (11/11/25).

Liong Pascariana Danaga, Ketua Koordinator acara, menjelaskan bahwa 11.11 Single’s Day Dinner adalah ajang berkumpul bagi muda-mudi Tionghoa lajang dari berbagai organisasi di Surabaya. “Tujuannya sederhana, agar mereka bisa saling mengenal, menambah teman, dan memperluas relasi,” ujarnya. Acara ini diikuti 50 pria dan 50 wanita, serta diharapkan menjadi agenda rutin untuk mempererat hubungan antar muda-mudi lintas organisasi.

Menurut Liong, meski banyak kegiatan perkumpulan identik dengan senior atau orangtua, peran muda-mudi sangat penting untuk menghadirkan program yang relevan dan positif. “Kami berharap acara ini terus berlanjut setiap tahun, menjadi momen yang memperkuat persahabatan dan persatuan muda-mudi Tionghoa di Surabaya,” tambahnya.

Acara ini mendapat dukungan dari H.A. Nurawi selaku Ketua Koordinator Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya, dan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia. Juga didukung oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jatim.

Selain bersosialisasi, acara ini juga menjadi sarana memperkenalkan program-program perkumpulan. Ivan Arista dari Muda-Mudi Paguyuban Warga Xian You Indonesia menyampaikan, beberapa organisasi Tionghoa mendirikan Griya Sehat Cahyadi, pusat pengobatan tradisional akupunktur sekaligus tempat pengaduan masyarakat. “Dalam waktu dekat, PMTS juga akan menggelar seminar hukum yang terbuka untuk muda-mudi dan masyarakat umum,” jelasnya.

Suasana semakin hangat ketika para senior memberikan kata sambutan. Elisa Christiana, Ketua Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya, mengapresiasi inisiatif muda-mudi yang positif dan bermanfaat. Kusno Sugeng, Wakil Ketua Marga Huang Jatim, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yang mempersiapkan generasi penerus perkumpulan. Ronally Poliangan dari Perhimpunan Teochew Jatim menambahkan, pertemuan ini memperluas jaringan relasi sekaligus menumbuhkan semangat persatuan lintas organisasi.

Acara puncak diisi dengan makan malam bersama, diikuti sesi perkenalan antara peserta pria dan wanita, menciptakan interaksi hangat dan penuh tawa.

Sebanyak 11 organisasi muda-mudi Tionghoa berpartisipasi dalam acara ini, di antaranya:

  1. Muda-Mudi Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya 泗水华裔联谊会青年团
  2. Muda-Mudi Paguyuban Warga Xian You Indonesia 印尼仙游乡亲总会青年团
  3. Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia Jawa Timur 印尼青年华裔联谊会东爪哇分会
  4. Muda-Mudi Perkumpulan Hwie Tiau Ka Jawa Timur 印尼东爪哇惠潮嘉会馆青年组
  5. Yayasan Sosial Budaya Union Club Surabaya 印尼泗水友联基金会
  6. Perhimpunan Indonesia Tionghoa Surabaya 印尼华裔总会泗水分会
  7. Perkumpulan Wanita Tionghoa Surabaya 印尼泗水华裔妇女联谊会
  8. Yayasan Lima Bakti Jawa Timur 印尼东爪哇西河林氏宗亲会
  9. Perkumpulan Marga Huang Jawa Timur 印尼东爪哇江夏堂黄氏宗亲会
  10. Perkumpulan Marga Xu Surabaya 印尼泗水许氏宗亲会
  11. Perhimpunan Teochew Jatim 印尼东爪哇潮州乡亲公会

Dengan semangat kebersamaan, acara International Single’s Day bukan hanya sekadar momen makan malam, tetapi juga wadah memperkuat persahabatan, membangun jejaring, dan menumbuhkan semangat positif muda-mudi Tionghoa Surabaya.

International Singles’ Day: Dari Hari Lajang Jadi Fenomena Global

Setiap 11 November, dunia merayakan International Singles’ Day atau Hari Jomblo Sedunia. Awalnya, tradisi ini muncul dari mahasiswa Universitas Nanjing, Tiongkok, pada awal 1990-an. Mereka memilih tanggal 11/11 karena angka “1” melambangkan individu yang lajang.

Pada awalnya, perayaan ini sederhana: para lajang saling memberi hadiah dan mengadakan pesta untuk merayakan kebanggaan menjadi sendiri.

Kini, Singles’ Day berkembang menjadi fenomena global, terutama dikenal sebagai hari belanja online terbesar di dunia, berkat promosi dari perusahaan besar seperti Alibaba. (Red)