Chandra Wurianto Woo: Dari Arena Barongsai Menuju Puncak Prestasi dan Harmoni
Di bawah komando Chandra Wurianto Woo, Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Jawa Timur terus menorehkan prestasi gemilang. Sebagai ketua yang visioner dan energik, Chandra tak hanya fokus membina atlet, tetapi juga membuka jalan bagi barongsai untuk semakin diakui sebagai olahraga prestasi, bukan sekadar tontonan budaya.
Bukti nyata kerja kerasnya terlihat di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara pada September 2024. Tim Barongsai FOBI Jawa Timur berhasil melampaui ekspektasi dengan raihan membanggakan: 2 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu.
“Ini pencapaian yang luar biasa, melebihi target kami. Tapi perjuangan belum selesai, justru baru dimulai,” ujar Chandra dengan semangat.
Tak puas dengan keberhasilan di PON, Chandra terus mengangkat marwah barongsai di dunia olahraga. Ia secara aktif mengusulkan agar barongsai bisa dipertandingkan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Usulan ini mendapat angin segar dari Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil. Hasilnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah, barongsai resmi menjadi cabang olahraga di Porprov Jatim.
Lebih dari sekadar penggerak olahraga, Chandra juga dikenal luas sebagai pelestari budaya Tionghoa yang konsisten memperkenalkan barongsai ke masyarakat umum. Bersama tokoh pers nasional Dahlan Iskan, ia telah puluhan tahun memperjuangkan seni barongsai agar diterima lintas kalangan. Salah satu puncak kontribusinya adalah saat ia sukses menggelar Kejuaraan Dunia Barongsai di Surabaya—event yang mengangkat nama Indonesia di mata dunia barongsai internasional.
Bagi Chandra, barongsai bukan sekadar tradisi. Ia adalah sarana membangun karakter, meraih prestasi, dan menjalin harmoni antarbudaya. Dari satu panggung ke panggung lain, dari gelanggang kejuaraan hingga festival budaya, ia membuktikan bahwa seni dan olahraga bisa berjalan seiring membentuk masa depan yang membanggakan. (Red)

