Komunitas

Perhimpunan Beringin Abadi Marga Yong Gelar Peringatan Cheng Beng, Pererat Ikatan Keluarga dan Lestarikan Tradisi Leluhur

Surabaya, 12 April 2026 — Perhimpunan Beringin Abadi Marga Yong (泗水容氏宗親會) menggelar peringatan Festival Cheng Beng (清明节) dengan penuh khidmat dan kehangatan kebersamaan di Restoran Tristar Surabaya, Minggu (12/4) pagi. Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dihadiri ratusan anggota dan pengurus sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Teddy Kusworo (容俊杰) untuk mengenang jasa para leluhur.

Ketua Perhimpunan Beringin Abadi Marga Yong, Bing Irawati Gunawan (容月萍), dalam sambutannya menegaskan bahwa Cheng Beng bukan sekadar tradisi, melainkan momen sakral yang sarat makna penghormatan dan bakti kepada leluhur.

“Cheng Beng bukan hanya ritual, tetapi pengingat akan pentingnya menghargai akar kehidupan kita. Melalui tradisi menyapu makam, menabur bunga, menyalakan hio, dan memanjatkan doa, kita menunjukkan cinta kasih kepada mereka yang telah mendahului,” ujarnya, didampingi Wakil Ketua Tan Lan Ing (陈兰英).

Ia juga mengutip pepatah Tionghoa Yin Shui Si Yuan, yang berarti “saat minum air, jangan lupa sumbernya”, sebagai refleksi bahwa generasi saat ini merupakan hasil perjuangan para leluhur.

Lebih lanjut, Bing Irawati menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai warisan leluhur seperti kerja keras, kesetiaan kepada keluarga, serta semangat gotong royong. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menghadapi dinamika kehidupan modern.

“Momentum ini juga menjadi pengingat untuk mempererat silaturahmi antaranggota dan meneruskan tradisi luhur kepada generasi mendatang,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Teddy Kusworo turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota atas dukungan moril maupun materiil yang telah diberikan demi kelangsungan kegiatan organisasi.

Sementara itu, pembina Sudjijo (容啟耀) menjelaskan bahwa peringatan Cheng Beng merupakan agenda tahunan yang selalu diawali dengan ziarah kubur ke makam keluarga, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan.

Acara berlangsung meriah dengan berbagai penampilan hiburan. Para anggota, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak, tampil menyumbangkan lagu di atas panggung. Sebuah film inspiratif tentang sejarah Cheng Beng juga turut diputar, menambah wawasan sekaligus memperdalam makna perayaan.

Tak kalah menarik, atraksi Wushu dari Yayasan Sosial Dharma Warga (泗水鲁北乡亲互助基金会) berhasil memukau hadirin. Usai penampilan, para atlet muda menerima angpao yang diserahkan langsung oleh Sudjijo sebagai bentuk apresiasi.

Ketua Yayasan Sosial Dharma Warga, Aneng (容惠宁), mengajak generasi muda Marga Yong untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan positif seperti latihan Wushu.

“Latihan dilakukan setiap Minggu pukul 13.00 WIB di gedung yayasan, tanpa biaya. Anak-anak ini awalnya tidak memiliki bakat, namun berkat ketekunan, kini mampu berprestasi,” jelasnya.

Di sisi lain, Bendahara Singgih Wijoyo memaparkan perkembangan keuangan organisasi sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

Acara ditutup dengan jamuan makan bersama yang menyajikan beragam hidangan khas dari Restoran Tristar Surabaya, menambah kehangatan suasana kekeluargaan. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 13.00 WIB.

Sebagai informasi, Kantor Perhimpunan Beringin Abadi Marga Yong Surabaya (泗水容氏宗親會) berlokasi di Jalan Makam Peneleh No. 49 Surabaya. Sementara Gedung Yayasan Sosial Dharma Warga (泗水鲁北乡亲互助基金会) berada di Jalan Sulung No. 31 Surabaya.

Peringatan Cheng Beng tahun ini tidak hanya menjadi ajang mengenang leluhur, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan serta menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus. (Red)