Zhong Hua Wu Shu Gelar Seminar “DECODING 2026”, Bahas Seni Tiongkok Kuno untuk Strategi dan Wealth Modern
Surabaya – Komunitas Zhong Hua Wu Shu menggelar seminar bertajuk “DECODING 2026: Ancient Chinese Arts for Modern Wealth & Strategy” (Mengurai 2026: Seni Tiongkok Kuno untuk Kekayaan & Strategi Modern), yang mengangkat integrasi ilmu tradisional Tiongkok dengan pendekatan modern dalam merancang strategi kehidupan, bisnis, dan keuangan.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang West Destination, Hotel Novotel Samator Surabaya, Jl. Kedung Baruk No. 26–28, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, dan dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang yang memiliki ketertarikan terhadap strategi berbasis filosofi Timur.
Acara menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Erwin R Tan, MBA, MFS (陳阿文), Ariady, MM, MBA (饒錦俊), serta Panji Kembar, ST (周祥贵). Sesi diskusi dipandu secara apik dengan nuansa international oleh Dr. Melvin Pristyo Thio, MBA, MM (张俊荣博士) sebagai moderator.
Ketua panitia, Robert Salim, S.Kom (林升酉), menyampaikan bahwa seminar ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan sebelumnya yang mendapat sambutan luas dari publik.
“Antusiasme terhadap Ancient Chinese Arts terus berkembang, sehingga kegiatan ini kami lanjutkan sebagai bagian dari komitmen Zhong Hua Wu Shu dalam menghadirkan pemahaman yang aplikatif dan relevan,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Erwin R Tan, MBA, MFS (陳阿文) menguraikan konsep luck sebagai sebuah sistem yang dapat dipahami secara terstruktur. Ia menjelaskan bahwa luck merupakan bentuk hidden leverage yang bekerja sebagai silent advantage dalam kehidupan dan strategi.
Menurutnya, luck bukan sekadar fenomena, melainkan dapat dipahami sebagai sebuah blessing yang tersembunyi, memiliki dasar ilmiah, mengikuti logika tertentu, serta dapat diakses dan diatur melalui pemahaman yang tepat terhadap pola, momentum, dan posisi. Pendekatan ini menjadi jembatan antara kebijaksanaan kuno dan kerangka berpikir modern dalam membaca peluang serta menyusun arah strategis.
Selain menjadi pembicara dalam seminar, Erwin R. Tan juga membuka kelas kelas Chinese Metaphysics yang menarik dan aplikatif, memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari lebih dalam bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun pengambilan keputusan.
Sementara itu, Ariady, MM, MBA membawakan materi terkait Wealth Management & Retirement Planning dengan pendekatan yang menekankan kesiapan dan kapasitas sebagai fondasi utama. Ia menjelaskan bahwa luck hadir sebagai titik temu antara peluang dan persiapan, di mana individu dapat memperluas kapasitas diri untuk menyambut momentum yang tepat.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pengelolaan kekayaan yang bijak sebagai bagian dari strategi keberlanjutan. Dengan mengembangkan kapasitas sekaligus menjaga struktur pengelolaan aset, individu dapat membangun kehidupan yang berkelimpahan secara stabil dan berjangka panjang. Ia juga menekankan bahwa pendekatan ini bersifat inklusif dan dapat diakses dari berbagai level perjalanan finansial.
Panji Kembar, ST melengkapi perspektif melalui pendekatan praktis di ranah digital, khususnya dalam aktivitas trading. Dengan pengalaman yang telah dibangun secara konsisten, ia menyoroti pentingnya sistem dan struktur dalam menghadapi dinamika pasar.
Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi, termasuk pendekatan berbasis otomatisasi, memungkinkan proses pengambilan keputusan berjalan lebih disiplin dan terukur. Fokus pada metode yang terstruktur menjadi fondasi dalam menjaga konsistensi performa di tengah pergerakan pasar yang dinamis.
Acara yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari praktisi bisnis, akademisi, hingga masyarakat umum. Selain pemaparan materi, kegiatan juga diwarnai dengan sesi tanya jawab yang dinamis, memberikan ruang dialog langsung antara peserta dan para pembicara.
Menambah semarak suasana, acara ini turut menampilkan pertunjukan musik tradisional Tiongkok yang dibawakan oleh anak-anak, menghadirkan nuansa budaya yang memperkaya pengalaman peserta.
Seminar ini menjadi ruang kolaboratif yang menghubungkan warisan intelektual Tiongkok kuno dengan kebutuhan strategi modern di era digital. (Red)

