Imlek 2026 Sekolah Tiga Bahasa Khayming Meriah, Pamerkan Ratusan Karya Kaligrafi dan Lukisan
Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 berlangsung meriah di Sekolah Tiga Bahasa Khayming Surabaya, (21/2/26). Mengusung semangat Tahun Kuda yang penuh energi dan pembaruan, sekolah ini menggelar perayaan Imlek sekaligus pameran ratusan karya kaligrafi dan lukisan hasil kolaborasi dengan Akademi Kaligrafi dan Lukisan Indonesia.
Kegiatan dihadiri ratusan wali murid, pengurus yayasan, alumni, tokoh masyarakat Tionghoa Surabaya, hingga Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya, Mr. Ye Su.
Ketua Yayasan Khayming Harapan Bangsa sekaligus Ketua Panitia, Bapak Sugianto Tjandra, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para tamu. Ia menegaskan bahwa perayaan ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam mempromosikan budaya Tionghoa melalui pendidikan.
“Atas nama keluarga besar Sekolah Trilingual Khayming, kami mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek. Semoga Tahun Kuda membawa kebahagiaan, kesehatan, kemakmuran, dan keberhasilan bagi kita semua,” ujarnya.
Ia juga menyoroti capaian sekolah sepanjang tahun terakhir. Berkat kerja sama guru dari Tiongkok, guru lokal, serta manajemen sekolah, kualitas dan efektivitas pengajaran—terutama bahasa Mandarin—terus meningkat. Ke depan, pihaknya optimistis Sekolah Khayming akan semakin berkembang sebagai institusi pendidikan berwawasan global.
Perwakilan sekolah, Bapak Jusman Purnomo, menambahkan bahwa Festival Musim Semi bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol harapan baru dan kebersamaan keluarga. Kolaborasi dengan Akademi Kaligrafi dan Lukisan Indonesia menghadirkan lebih dari 100 karya kaligrafi bertema bait-bait Festival Musim Semi.
“Karya-karya ini menjadi jembatan budaya sekaligus sarana melestarikan warisan luhur Tionghoa,” ujarnya.
Dekan Indonesia Calligraphy and Painting Institute, Mr. Wang Yubin, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sebanyak 125 karya kaligrafi dipamerkan. Menurutnya, kaligrafi bukan hanya seni visual, tetapi juga ikatan spiritual yang menghubungkan warga Tionghoa perantauan dengan akar budayanya. Ia berharap kerja sama pendidikan Mandarin, pertukaran budaya, dan seni kaligrafi dapat terus diperluas.
Dalam sambutannya, Konjen RRT di Surabaya, Mr. Ye Su, mengapresiasi inisiatif Sekolah Kaiming yang konsisten merawat budaya sekaligus mempererat persahabatan Indonesia–Tiongkok melalui jalur pendidikan dan seni. Ia menilai perayaan Imlek, pameran kaligrafi dan lukisan, serta penampilan tari tradisional Tiongkok menjadi wujud nyata diplomasi budaya yang memperkaya keberagaman Surabaya.
Acara semakin semarak dengan penampilan seni siswa dan guru Sekolah Tiga Bahasa Khayming, mulai dari tarian, musik, angklung, hingga pembacaan puisi.
Mr. Ye Su juga menunjukkan keahliannya menulis shufa di hadapan hadirin. Pada kesempatan tersebut, pihak sekolah menyerahkan penghargaan kepada Mr. Ye Su dan Mr. Wang Yubin, sementara Wang Yubin menyerahkan cenderamata kepada Ibu Lilian Sutanto.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Bapak Heru Budihartono, Bapak Hidayat Alim (Ketua PERPIT Jatim), Bapak Sutrisno Alim, Bapak Mintarso Hidayat Lim (Ketua Perkumpulan Fuqing Jatim), Bapak HMY Bambang Sujanto (Pendiri Masjid Cheng Hoo Surabaya), Bapak Pek Sugiarto Pangestu (Ketua Yayasan Adi Jasa), Bapak Agus Wibisono (Ketua Kehormatan Perkumpulan Marga Huang Jatim), Bapak Rudy Wijaya (Ketua Yayasan Sosial Dharma Warga), serta Habib Alwi Saggaf Aljufri, dan lain lain.
Perayaan Imlek di Sekolah Tiga Bahasa Khayming tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga panggung apresiasi seni dan budaya. Semangat Tahun Kuda diharapkan membawa keberuntungan, kemajuan pendidikan, serta mempererat persahabatan lintas budaya di Kota Surabaya. (Red)

