D4 Destinasi Pariwisata Unair Latih Bumdes Kebontunggul Olah Wellness Shots untuk Wisata Kebugaran
Mojokerto – Dosen dan mahasiswa Program Studi D4 Destinasi Pariwisata Universitas Airlangga (Unair) melatih pengurus dan anggota Bumdes Gajah Mada Desa Kebontunggul, Mojokerto, dalam pembuatan wellness shots atau minuman kebugaran berbahan empon-empon dan buah lokal. Kegiatan ini bertujuan mendorong pengembangan wisata kebugaran (wellness tourism) di Desa Wisata Kebontunggul.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dr. Sri Endah Nurhidayati, menjelaskan bahwa pelatihan ini meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan alami seperti kunyit, jahe, kencur, buah bit, nanas, jeruk, kayu manis, dan serai menjadi produk bernilai ekonomi.
“Produk wellness shots ini berpotensi menjadi oleh-oleh khas desa sekaligus mendukung wisata kebugaran berbasis lokalitas,” ujarnya.
Pelatihan ini juga diikuti oleh anggota Pokdarwis, yang akan mengembangkan kegiatan tersebut menjadi paket wisata edukatif, di mana wisatawan dapat belajar membuat minuman herbal sendiri.
“Kami ingin menciptakan pengalaman wisata yang berbeda — wisatawan tak hanya berkunjung, tapi juga belajar meracik minuman sehat,” kata Ketua Pokdarwis, Kusnudin.
Kepala Desa Kebontunggul, Siandi, S.H., M.M., menambahkan bahwa produk wellness shots hasil pelatihan akan dijual secara offline dan online untuk menambah pendapatan warga.
“Selain menjadi paket wisata, produk ini bisa menjadi oleh-oleh khas desa,” tuturnya.
Ketua Bumdes Gajah Mada, Solikan, menyebutkan bahwa ke depan Bumdes akan mengembangkan pemasaran melalui Café Kebugaran Kendedes sebagai bagian dari paket wellness tourism desa.
Kegiatan yang didukung oleh DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2025 ini juga melibatkan dosen Dr. Yuniawan Heru Santoso, S.Sos., M.Si. dan Edith Frederika Puruhito, bersama mahasiswa D4 Destinasi Pariwisata Unair.
Berbagai metode pembuatan wellness shots dipraktikkan, seperti rebus, geprek, dan juice, menggunakan bahan empon-empon dan buah segar. Program ini diharapkan mendukung pencapaian SDGs poin 3 dan 8, yakni meningkatkan kesehatan masyarakat, membuka lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan. (Red)

