News

Lumajang Gelar Pameran Batik Unggulan, Siap Bersaing di Kancah Nasional

Pemerintah Kabupaten Lumajang menggelar Pameran Batik Unggulan Lumajang 2025 di Pendopo Arya Wiraraja sebagai bagian dari peringatan Hari Batik Nasional. Kegiatan ini menampilkan karya 20 pelaku ekonomi kreatif sektor batik se-Kabupaten Lumajang yang sebelumnya mengikuti pelatihan di Café Pring Pitu, 17–18 September 2025.

Ketua Tim Penggerak PKK Lumajang Dewi Natalia menegaskan komitmen Pemkab dalam melestarikan warisan budaya lokal. “Batik Lumajang memiliki motif khas dan siap bersaing di kancah nasional,” ujarnya.

Pameran ini juga dihadiri Ketua Dekranasda, GOW, Dharma Wanita, serta narasumber Achmad Nur Hasim, SE., SAP, CEO PT Kekean Primanda Indonesia dan pembina UMKM batik nasional. Ia menjelaskan pelatihan sebelumnya bertujuan melakukan upskilling pengrajin agar lebih mahir dalam pengembangan motif, pewarnaan alami, dan teknik mencanting.

Beragam motif khas Lumajang seperti Gunung Semeru, Pisang, Jaran Kencak, Topeng Kaliwungu, Salak, dan Pasir dipamerkan, menggambarkan kekayaan budaya dan alam Lumajang. Kepala Dinas Pariwisata Yuli Harisma Wati menyebut pameran ini bukan sekadar apresiasi seni, tetapi juga strategi memperluas pasar batik Lumajang ke tingkat nasional.

“Batik Lumajang kini tampil dengan inovasi desain yang memadukan tradisi dan gaya kontemporer. Ini akan menjadi identitas sekaligus kekuatan industri pariwisata daerah,” ujarnya.

Selain pameran, acara juga menghadirkan workshop batik tulis, pewarnaan alami, dan talkshow bersama pelaku industri kreatif.
Menurut Dr. Sri Endah Nurhidayati dari D4 Destinasi Pariwisata Unair, batik dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya melalui paket wisata edukatif, kerajinan, hingga belanja batik khas Lumajang.

Antusiasme pengunjung terlihat tinggi, terutama dari pelajar, komunitas fashion, dan wisatawan lokal. Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi lintas sektor, Batik Lumajang diharapkan menjadi ikon budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.