ALCo Jatim: Ekonomi Terkendali, Fiskal Terjaga
Perwakilan Kemenkeu Jawa Timur, dipimpin Dudung Rudi Hendratna, memaparkan capaian APBN hingga 30 September 2025.
Pendapatan negara tercatat Rp178,56 triliun (63,15% target), dengan pajak Rp171,86 triliun dan PNBP Rp6,69 triliun (123,11%). Belanja negara Rp92,09 triliun, termasuk belanja K/L Rp28,64 triliun dan transfer ke daerah Rp63,45 triliun.
Sektor industri pengolahan menyumbang pajak terbesar Rp47,37 triliun. Bea dan Cukai tumbuh positif Rp100,54 triliun seiring kenaikan harga CPO. DJKN Jawa Timur mencatat lelang Rp4,19 triliun dan PNBP lelang Rp132,94 miliar.
Di sektor publik, belanja pegawai Rp18,73 triliun, belanja barang Rp7,40 triliun, belanja modal Rp2,41 triliun, dan bantuan sosial Rp99,66 miliar. Kesehatan mencapai Rp612,78 miliar, pendidikan Rp7,24 triliun.
Program prioritas juga menunjukkan kinerja tinggi: MBG menjangkau 4,16 juta penerima, PKG mencatat kehadiran 7,54 juta orang.
Dudung Rudi Hendratna menegaskan, “Kontribusi pajak adalah pilar ketahanan fiskal. APBN hadir untuk menjaga daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi.”
Jawa Timur berkomitmen memperkuat kepatuhan pajak dan memastikan APBN memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

