News

UMKM hingga Pentas Seni Meriahkan Pameran Kaligrafi Indonesia–Tiongkok di Khay Ming School

Pameran Kaligrafi, Seni Lukis, dan Fotografi bertema “Setinggi-tingginya Gunung, Sepanjang-panjangnya Sungai, Suka dan Duka Dilewati Bersama” resmi dibuka di Sekolah Tiga Bahasa Khay Ming, Citra Raya Citraland, Surabaya, Sabtu (30/8/2025).

Pameran yang menampilkan ratusan karya seniman Indonesia dan Tiongkok ini digelar untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok, 70 tahun Konferensi Asia-Afrika Bandung, serta 620 tahun pelayaran pertama Laksamana Cheng Ho ke Barat.

Kolaborasi Dua Negara

Acara ini merupakan kerja sama Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, Confucius Institute Universitas Negeri Surabaya, Confucius Institute Universitas Al Azhar Indonesia, Indonesia Calligraphy and Painting Institute, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia, Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya, Perkumpulan Seni Lukis & Kaligrafi Shufa Jatim, serta Sekolah Khay Ming Tiga Bahasa.

Direktur Confucius Institute Unesa, Yang Yuan, menyebut pameran ini merefleksikan semangat Konferensi Asia-Afrika, perjalanan Laksamana Cheng Ho, serta 75 tahun persahabatan Indonesia–Tiongkok.

“Kami berharap masyarakat semakin mengenal sejarah penting itu sekaligus mempererat hubungan kedua negara,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya, Tan Dayou, menilai ajang budaya ini menjadi jembatan persahabatan.

“Melalui foto, kaligrafi, dan karya seni dua bangsa, hubungan Indonesia–Tiongkok akan semakin erat,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Disbudpar Jatim, Aprilio, menegaskan bahwa kerja sama Indonesia–Tiongkok telah lama terjalin di bidang perdagangan, pendidikan, dan kebudayaan.

“Masjid Cheng Hoo bahkan telah menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat di berbagai kota Jatim,” ujarnya.

Apresiasi Seniman dan Tokoh Masyarakat

Dari sisi seniman, Jony Yuwono (Indonesia Calligraphy and Painting Institute) menyampaikan bahwa pameran ini menampilkan keindahan perpaduan budaya Indonesia–Tiongkok sekaligus memotivasi generasi muda untuk mencintai kaligrafi.

“Setiap karya adalah penghormatan terhadap tradisi sekaligus visi masa depan. Kami berharap semakin banyak anak muda Indonesia jatuh cinta pada kaligrafi dan seni budaya,” jelasnya.

Ketua Panitia, Sugijanto Tjandra, bersyukur pembukaan berlangsung lancar. Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat, antara lain Puspitadewi Prijadi selaku stakeholder Khay Ming School dan HMY Bambang Sujanto pendiri Masjid Cheng Hoo Surabaya, yang berharap acara ini dapat mempererat hubungan persahabatan serta memberi manfaat bagi UMKM.

Meriah dengan Pentas Seni dan UMKM

Pembukaan pameran dimeriahkan dengan penampilan angklung Khay Ming School, paduan suara Cheng Hoo, wushu dari Yasanis, tarian dibawakan mahasiswa Unesa, serta doa pembuka oleh Ustadz Hasan Basri dari YHMCHI.

Selain pameran seni, kegiatan yang berlangsung 30 Agustus–1 September 2025 ini juga menghadirkan puluhan UMKM kuliner dan kerajinan, demo kaligrafi Shufa, hingga pertunjukan kaligrafi aksara Jawa oleh Jony Yuwono. Masyarakat pun bisa hadir menyaksikan langsung.

Perekat Persahabatan Indonesia–Tiongkok

Pameran ini bukan hanya ajang seni, tetapi juga ruang warisan budaya sekaligus momentum memperkuat persahabatan dua bangsa. Seperti disampaikan para tokoh, persahabatan Indonesia–Tiongkok diharapkan terus tumbuh subur, menjaga “pohon persahabatan tetap hijau dan cahaya peradaban terus bersinar”.

Adapun perusahaan yang mendukung terselenggaranya acara dengan memberikan produk untuk goodybag, di antaranya; PT. Santos Jaya Abadi (Kopi Kapal Api), PT. Sekar Group (Finna), PT. Bogasari Flour Mills, PT. Indosnack Makmur Abadi (Krupuk Bocah Tua), PT. Siantar Top, dan PT. Susanti Megah (Garam Cap Kapal). PT. Sinde Budi Sentosa (Larutan Penyegar Cap Badak).