Komunitas

HMY Bambang Sujanto Terima Kunjungan Wisatawan Tiongkok, Tegaskan Masjid Cheng Hoo Terbuka untuk Semua

HMY Bambang Sujanto, Dewan Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), menerima kunjungan wisatawan asal Tiongkok di Masjid Cheng Hoo Surabaya pada 27 Maret 2026.

Didampingi Ustadz Hasan Basri Ketua Pelaksana Harian YHMCHI dan Awi, ia menyambut para tamu dengan hangat sembari menjelaskan sejarah berdirinya Masjid Cheng Hoo—ikon wisata religi yang telah lama menjadi tujuan favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.

Salah satu wisatawan mengungkapkan kekagumannya terhadap masyarakat Muslim di Surabaya yang dinilai memiliki kepedulian sosial tinggi serta menjunjung nilai toleransi.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang Sujanto menegaskan bahwa Masjid Cheng Hoo terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang. Ia bersama jajaran pengurus selalu antusias menyambut setiap pengunjung. “Tamu yang datang tidak hanya dari Surabaya, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri. Kami sangat senang atas kunjungan ini,” ujarnya.

Daya tarik wisata Surabaya sendiri terus menunjukkan tren positif. Pada Januari 2026, kota ini tercatat sebagai destinasi utama wisatawan nusantara di Jawa Timur dengan total 2.071.633 perjalanan. Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Juanda juga mengalami peningkatan, dari 20.548 kunjungan pada Januari menjadi 23.775 pada Februari 2026.

Masjid Cheng Hoo Surabaya menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik perhatian, terutama karena nilai historis yang melekat kuat di dalamnya. Nama “Cheng Hoo” pertama kali digunakan di dunia untuk masjid ini, menjadikannya pelopor sekaligus ikon unik dalam wisata religi.

Seiring waktu, konsep tersebut berkembang pesat. Kini, telah berdiri belasan Masjid Cheng Hoo di berbagai daerah di Indonesia, terinspirasi dari keberadaan Masjid Cheng Hoo Surabaya sebagai yang pertama. (Red)