Pelatihan Future Proof Business Skill Marga Huang Jatim–UBAYA Resmi Ditutup, Cetak Wirausaha Adaptif Berbasis AI
Perkumpulan Marga Huang Jatim bekerja sama dengan Universitas Surabaya (UBAYA) dan Ubaya Innovaction Hub (UIH) resmi menutup program pelatihan Future Proof Business Skill: Keterampilan Inovatif dan Adaptif untuk Menyongsong Bisnis Masa Depan. Pelatihan yang berlangsung sejak 16 Juli hingga 13 November 2025 ini digelar di Gedung Perkumpulan Marga Huang Jatim, Surabaya.
Acara penutupan pada Kamis sore (13/11/2025) dihadiri oleh para pembina, pengurus, muda-mudi Perkumpulan Marga Huang Jatim, dosen UBAYA, serta seluruh peserta. Suasana hangat terasa sejak awal kegiatan yang diawali dengan santap malam bersama.
Pada kesempatan tersebut, sejumlah peserta mempresentasikan hasil penerapan ilmu pelatihan dalam usaha masing-masing. Presentasi ini menjadi bukti nyata bahwa materi yang diberikan mampu diimplementasikan secara langsung dan memberi dampak bagi dunia usaha.
UBAYA turut memberikan penghargaan kepada Muda Mudi Perkumpulan Marga Huang Jatim serta kepada peserta yang menunjukkan kinerja dan perkembangan terbaik. Seluruh peserta juga menerima sertifikat pelatihan sebagai bentuk apresiasi atas kelulusan mereka. Salah satu peserta, Teddy Kusworo, memberikan piala hasil desain AI kepada Perkumpulan Marga Huang Jatim dan UBAYA sebagai ungkapan terima kasih.
Agus Wibisono, Dewan Pembina Perkumpulan Marga Huang Jatim sekaligus penggagas kegiatan, menjelaskan bahwa pelatihan ini berfokus pada pengetahuan dasar AI yang dapat diterapkan oleh peserta, baik dari kalangan Marga Huang maupun masyarakat umum.
“Pelatihan ini diikuti 33 peserta. Kami berharap kegiatan ini bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperkuat jaringan dan membuka peluang kolaborasi di bidang ekonomi,” ujar Agus.
Sementara itu, Kusno Sugeng, Wakil Ketua Perkumpulan Marga Huang Jatim, menekankan pentingnya membangun jejaring antarpeserta. Ia mencontohkan potensi kolaborasi antarpelaku usaha, seperti produsen kaos dengan pemilik toko olahraga, atau penjual ote-ote yang dapat berinovasi menciptakan ukuran baru yang lebih praktis.
Ia juga mengapresiasi ketekunan peserta dalam mengembangkan usaha dan memanfaatkan AI sebagai bagian dari strategi pemasaran.
Direktur UIH, Prof. Sujoko Efferin, mendorong peserta untuk terus berinovasi dan mempertahankan komunikasi satu sama lain. Ia mengajak para peserta untuk menciptakan berbagai acara kreatif agar produk mereka semakin dikenal masyarakat.
Amelia Santoso, mewakili Koordinator Pelaksana Pelatihan dari Ubaya, menjelaskan bahwa selama 17 minggu para peserta telah mempelajari cara merancang model bisnis yang tangguh, mencoba berbagai tools digital berbasis AI, data analitik, dan digital marketing. Menurutnya, seluruh proses ini merupakan langkah awal yang penting untuk memperdalam keahlian di bidang tertentu melalui program pelatihan lanjutan maupun pendampingan bisnis yang lebih spesifik.
Program pelatihan ini tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga menciptakan komunitas belajar yang solid dan siap menghadapi tantangan bisnis masa depan. (Red)

