Komunitas

Tujuh Penyandang Disabilitas Terima Bantuan Kaki Palsu di Klenteng Boen Bio Surabaya

Harapan untuk kembali melangkah lebih mandiri dirasakan oleh tujuh penyandang disabilitas yang menerima bantuan kaki palsu dalam kegiatan bakti sosial di Klenteng Boen Bio Surabaya, Minggu (18/1/2026). Proses pemasangan kaki palsu dilakukan tepat pukul 12.00 WIB dan berlangsung dengan tertib serta penuh kepedulian.

Kegiatan ini tak hanya dihadiri para pengurus, tokoh masyarakat setempat, kaluarga penerima bantuan kaki palsu tapi juga umat Kelenteng Boen Bio.

Kegiatan kemanusiaan ini terselenggara berkat kolaborasi Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Surabaya Boen Bio bersama Yayasan Sosial Moral Sejati Surya Gemilang (De Jiao Hui Ming Shan Shan Ge, Darmo Villa), Yayasan Mustika Reiki–Mulyono KWA, Perhimpunan Teochew Jawa Timur, serta Perkumpulan Wanita Tionghoa Surabaya.

Pengurus Yayasan Sosial Moral Sejati Surya Gemilang, Ninuk, menyampaikan bahwa para penerima bantuan berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Mereka datang dari sejumlah kota di Jawa Timur dengan harapan dapat meningkatkan kualitas hidup.

“Pada hari ini ada tujuh penyandang disabilitas yang menerima bantuan kaki palsu secara gratis. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur,” ujar Ninuk.

Ia menjelaskan, program bakti sosial pemasangan kaki palsu ini telah dijalankan pihaknya secara konsisten selama sekitar 10 tahun dan menyasar penyandang disabilitas pra sejahtera yang membutuhkan. Setiap kegiatan biasanya membantu lima hingga tujuh orang, dengan dukungan para donatur yang peduli terhadap kemanusiaan.

“Kegiatan ini bisa terus berjalan karena dukungan para donatur yang dengan tulus ingin membantu sesama,” imbuhnya.

Ketua MAKIN Boen Bio, Michael Agusta, berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan, khususnya juga masyarakat di sekitar Klenteng Boen Bio.

“Kami berharap bakti sosial kaki palsu ini dapat terus berjalan dan memberi manfaat yang lebih luas, terutama juga bagi warga sekitar kelenteng ini,” ujarnya.

Rasa syukur dan haru dirasakan para penerima bantuan. Muhammad Wafiq Irsyad, pemuda asal Pamekasan, Madura, yang mengalami disabilitas kaki sejak lahir, mengaku sangat terbantu dengan kaki palsu yang diterimanya. Hal serupa juga dirasakan Putisari dan Muhammad Arief, yang menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak penyelenggara atas perhatian dan kepedulian yang diberikan.

Selain kaki palsu, seluruh penerima bantuan juga mendapatkan paket sembako berisi beras, gula, minyak goreng, garam, dan kebutuhan pokok lainnya sebagai bentuk dukungan tambahan untuk meringankan beban hidup sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Klenteng Boen Bio kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang berbagi dan kepedulian sosial bagi masyarakat luas. (Red)