Mahasiswa Unair Dalami Akulturasi Jawa-Tionghoa di Wisata Religi Mojokerto
Mahasiswa Program Studi D4 Destinasi Wisata Universitas Airlangga (Unair) melakukan kunjungan akademik ke Maha Vihara Majapahit di Desa Bejijong, Mojokerto, sebagai bagian dari perkuliahan Pemahaman Lintas Budaya. Vihara yang dikenal dengan ikon Patung Buddha Tidur Emas terbesar di Indonesia versi MURI itu menjadi lokasi pembelajaran mengenai wisata religi, akulturasi budaya Jawa-Tionghoa, hingga pengelolaan destinasi berbasis budaya dan spiritual.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mempelajari sejarah Buddhisme di Nusantara, mengamati arsitektur vihara, serta menilai potensi wisata dari sisi daya tarik, aksesibilitas, amenitas, dan keterlibatan masyarakat lokal. Mereka juga berdialog langsung dengan lima biksu asal Thailand yang tengah melakukan kunjungan ke sejumlah vihara di Jawa Timur dalam misi jejaring keagamaan Thailand–Indonesia.
Dosen pengampu mata kuliah, Upik Noviyanti, menjelaskan bahwa pemahaman lintas budaya sangat penting dalam industri pariwisata karena wisatawan datang dengan latar budaya, bahasa, dan kebiasaan berbeda. Sementara itu, dosen pendamping Dr. Sri Endah Nurhidayati menyebut diskusi dengan para biksu memberi wawasan baru bagi mahasiswa, termasuk mengenai pendidikan Buddhis di Thailand yang diajarkan kepada seluruh mahasiswa, baik Buddhis maupun non-Buddhis. Melalui kunjungan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami karakter destinasi wisata religi sekaligus menghubungkannya dengan segmen pasar yang tepat.

