News

Festival dan Pendidikan Jadi Kunci Pelestarian Reog Ponorogo

Reog Ponorogo terus diperkuat sebagai warisan budaya hidup setelah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia. Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengintensifkan pelestarian melalui skema transmisi berjenjang yang melibatkan generasi muda sejak usia dini. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, , mengatakan regenerasi seniman menjadi bagian penting dalam action plan yang disampaikan kepada UNESCO, termasuk pembelajaran Reog Ponorogo sebagai muatan lokal wajib mulai PAUD hingga SMA sederajat.

Pelestarian juga diperkuat melalui berbagai festival tahunan dalam rangkaian Grebeg Suro. menjadi ruang bagi penampil dewasa, pelajar SMA, mahasiswa, hingga sanggar seni, sedangkan diperuntukkan bagi pelajar SMP sederajat. Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga membuka peluang menghadirkan Festival Reog Anak bagi pelajar SD, sementara pengenalan reog telah dilakukan sejak PAUD melalui media edukatif berupa reog wayang golek.

Menurut Judha, pola berjenjang tersebut menjadi fondasi penting agar regenerasi pelaku seni reog berjalan alami dari generasi ke generasi. Festival reog dinilai tidak hanya menjadi ruang pembinaan, tetapi juga memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah. Keterlibatan pemerintah daerah, sekolah, guru, hingga seniman pun diyakini mampu menjaga keberlangsungan dan perkembangan Reog Ponorogo di masa depan.