News

ATTI Raih 46 Medali, Kukuhkan Diri sebagai Juara Umum Wushu Piala Wali Kota Surabaya 2026

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu Piala Wali Kota Surabaya 2026 berlangsung meriah dan penuh persaingan di Fairway Nine Mall pada 1–3 Mei. Ajang ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya, sekaligus diikuti sekitar seribu atlet dari berbagai daerah di Indonesia.

Lebih dari sekadar kompetisi, kejuaraan ini juga menjadi wadah pembinaan dan seleksi atlet menuju Porprov Jawa Timur 2027.

Dalam ajang bergengsi tersebut, Asosiasi Tianxia Taijiquan Indonesia (ATTI) tampil dominan dan sukses meraih gelar juara umum dengan torehan 46 medali: 26 emas, 10 perak, dan 10 perunggu.

Ketua Umum ATTI, Laoshi Adi Setiago, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. Meski hanya menurunkan 31 atlet —jauh lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 80 atlet—ATTI tetap mampu mempertahankan prestasi sebagai juara umum.

“Ini membuktikan kualitas dan kesiapan atlet kita. Kejuaraan ini juga semakin meningkatkan pemahaman dan kualitas permainan taijiquan,” ujar Laoshi Adi Setiago saat menerima piala wali kota Surabaya sebagai juara umum kategori veteran.

Laos Adi Setiago pun berharap ke depan ATTI semakin solid, kompak, dan terus melahirkan prestasi. Dalam ajang ini ATTI menurunkan atlet dari usia muda hingga lansia.

Apresiasi juga datang dari Ketua Pengkot Wushu Surabaya, Chriswanto Agus Hariono. Ia menilai kontribusi ATTI sangat signifikan dalam memajukan olahraga wushu di Surabaya.

“Saya sangat berterima kasih kepada ATTI yang terus berperan aktif dalam pengembangan wushu di Surabaya,” katanya.

Senada, Ketua KONI Surabaya, Arderio Hukom, menegaskan bahwa kejuaraan ini merupakan bagian penting dari pembinaan atlet secara berkelanjutan sekaligus ajang menjaring talenta potensial.

“Surabaya memiliki potensi besar sebagai lumbung atlet berprestasi, khususnya di cabang wushu,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Kepemudaan dan Olahraga, Indrianto, menambahkan bahwa kejuaraan seperti ini memiliki peran strategis dalam membentuk mental atlet sejak usia dini, agar mampu bersaing hingga level yang lebih tinggi.

Kejuaraan Wushu Piala Wali Kota Surabaya tahun ini mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari taolu, tradisional, wing chun, hingga veteran. Kompetisi digelar secara beregu dan perorangan, dengan peserta dari usia 8 tahun hingga lansia.

Dengan semangat kompetisi dan pembinaan yang terus terjaga, ajang ini tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi pijakan penting dalam mencetak generasi atlet wushu masa depan Indonesia. (Red)