News

Wamendag Roro Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Perlindungan KI

Jakarta — Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri membuka kegiatan pelatihan kekayaan intelektual (KI) dan pemasaran digital bertajuk “Waktunya STARt! #JualanNyaman Spesial Hari Kartini”.

Program ini merupakan kolaborasi Kementerian Perdagangan RI bersama Tokopedia dan TikTok Shop, yang bertujuan memperkuat kapasitas UMKM perempuan di era ekonomi digital.

Dalam sambutannya, Wamendag Roro menegaskan pentingnya adaptasi pelaku usaha terhadap transformasi digital. Menurutnya, UMKM perempuan memiliki potensi besar untuk berkembang, asalkan didukung dengan pemahaman teknologi, strategi pemasaran yang tepat, serta perlindungan terhadap karya dan merek melalui kekayaan intelektual.

“Penguatan kapasitas ini menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga global,” ujarnya.

Ia juga mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan ekosistem digital secara optimal—mulai dari promosi berbasis konten hingga kolaborasi lintas platform—guna memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan performa penjualan.

Sementara itu, Senior Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Vonny Ernita Susamto, menyoroti perubahan perilaku konsumen di era discovery e-commerce. Menurutnya, keberhasilan pelaku usaha kini sangat ditentukan oleh dua hal utama: kepemilikan KI dan kemampuan menciptakan konten digital yang menarik.

“Melalui integrasi Tokopedia dan TikTok Shop, kami tidak hanya mempermudah akses pasar, tetapi juga memperkuat perlindungan KI serta memfasilitasi perizinan seperti NIB dan sertifikasi halal,” jelas Vonny.

Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus mendorong produk UMKM naik kelas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat terkait, di antaranya Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa, Dwinanto Rumpoko, serta Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Ari Satria.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperkuat peran perempuan dalam ekonomi nasional, sekaligus memanfaatkan momentum Hari Kartini sebagai simbol emansipasi dan pemberdayaan.