Ekspor 75 Ton Rumput Laut ke Tiongkok, SRG Buka Peluang Pasar Global bagi Petani
Sebanyak 75 ton rumput laut jenis asal Sulawesi Selatan resmi diekspor ke dengan nilai mencapai USD 100.215 atau sekitar Rp1,7 miliar. Ekspor ini difasilitasi melalui program yang membantu petani dan nelayan memasarkan komoditas unggulan mereka hingga ke pasar internasional.
Pelepasan ekspor dilakukan oleh di Gudang SRG milik di Kabupaten , Rabu (4/3/2026). Pemerintah menilai SRG menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat rantai perdagangan komoditas, khususnya bagi sektor perikanan dan pertanian.
Melalui SRG, petani dan nelayan dapat menyimpan hasil panen ketika harga pasar sedang rendah, lalu menjualnya kembali saat harga lebih menguntungkan. Sistem ini juga membantu menjaga kualitas komoditas selama masa penyimpanan.
Selain itu, resi gudang yang diterbitkan dapat dimanfaatkan sebagai jaminan untuk memperoleh pembiayaan dari perbankan. Skema ini membuka akses modal bagi pelaku usaha di tingkat desa sehingga mereka dapat memperkuat kegiatan produksi dan perdagangan.
“Sistem Resi Gudang memberi kepastian harga dan membuka akses pembiayaan, sehingga pendapatan petani dan nelayan meningkat. Dari desa, produk Indonesia bisa menembus pasar dunia,” ujar Budi Santoso.
SRG juga terintegrasi dengan program yang bertujuan mendorong produk unggulan desa agar lebih siap bersaing di pasar global. Melalui integrasi ini, komoditas seperti rumput laut dapat disimpan di gudang SRG dan dipasarkan pada waktu yang tepat sehingga memberikan nilai tambah bagi para petani.
Manfaat Sistem Resi Gudang bagi Petani dan Nelayan:
- Menyimpan komoditas saat panen raya untuk menghindari harga jatuh.
- Menjual produk ketika harga pasar meningkat sehingga pendapatan lebih optimal.
- Resi gudang dapat digunakan sebagai jaminan kredit ke perbankan.
- Menjaga kualitas komoditas selama masa penyimpanan.
- Memudahkan integrasi produk desa ke pasar global melalui program Desa BISA Ekspor.
Dengan pemanfaatan SRG, komoditas lokal dari petani dan nelayan Indonesia semakin memiliki peluang untuk bersaing di pasar internasional. Program ini sekaligus diharapkan dapat memperkuat perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil komoditas.

