ITS Siap Bantu Pusat Pengembangan Teknologi Kapal Selam di Indonesia
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Laboratorium Marine Manufacturing and Design (MMD) Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, menggelar seminar terkait rencana pendirian pusat pengembangan teknologi kapal selam pertama di Indonesia.
Dekan FTK ITS, Dr. Ing. Ir. Setyo Nugroho, menyebut seminar ini didukung berbagai pihak strategis, mulai dari TNI AL, PT PAL Indonesia, ExxonMobil, hingga perusahaan desain kapal selam Nevesbu. Laksamana Pertama TNI AL Muhammad Iwan Kusumah menekankan pentingnya kemandirian kapal selam nasional untuk menjaga kedaulatan maritim, dengan lima pilar utama: pendanaan, kapasitas industri, infrastruktur, SDM, dan keselamatan.
Dari sisi teknologi, Nevesbu memperkenalkan kapal selam elektrik Moray 600E yang mampu beroperasi hingga dua minggu di perairan dangkal dengan biaya perawatan lebih efisien. Seminar di Gedung Nasdec ITS ini juga melibatkan perguruan tinggi dalam dan luar negeri seperti TU Delft, STTAL, AAL, dan Politeknik Pelayaran Surabaya, menegaskan sinergi akademisi–industri.
Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs poin ke-9 (industri, inovasi, infrastruktur) sekaligus memperkuat peran ITS dalam pengembangan teknologi maritim nasional. (Red)

