News

Jelang Ramadan, Sari Matoa Pasuruan

Industri rumahan sari matoa di Kabupaten Pasuruan menunjukkan pertumbuhan positif menjelang Ramadan. Usaha milik Wiji Astuti di Desa Karangsono, Sukorejo, yang dirintis sejak 2016, mampu meraih omzet puluhan juta rupiah dengan pesanan sekitar 5.000 kardus sari matoa kemasan gelas seharga Rp25 ribu per kardus.

Permintaan meningkat terutama untuk kebutuhan Lebaran, meski pemasaran masih difokuskan di wilayah Pasuruan karena keterbatasan bahan baku dan tingginya pasar lokal. Selain memiliki cita rasa khas perpaduan leci, rambutan, dan kelengkeng, sari matoa dinilai turut mendorong pengembangan potensi lokal dan ekonomi masyarakat Sukorejo. (Red)