Unair Perkuat SDGs, Kembangkan Wellness Tourism Digital di Gili Iyang Sumenep
Universitas Airlangga melalui Program Studi D4 Destinasi Pariwisata, Fakultas Vokasi, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep. Program ini berfokus pada penguatan ekosistem digital untuk wisata wellness berbasis komunitas, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
SDGs menjadi acuan global dalam mengakhiri kemiskinan, mengurangi ketimpangan, melindungi lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan generasi kini dan mendatang. Unair menegaskan komitmennya dalam mendukung SDGs melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pulau Gili Iyang dikenal sebagai kawasan dengan kadar oksigen tertinggi di Indonesia, menjadikannya potensi besar untuk wisata kebugaran. Namun, keterbatasan akses digital dan sistem promosi menjadi tantangan bagi komunitas lokal. Menjawab hal tersebut, tim dosen dan mahasiswa Unair memberikan pelatihan kepada Pokdarwis dan pemuda setempat terkait pengelolaan konten digital, aktivasi media sosial, dan pembangunan website reservasi wisata.
Selama dua hari kegiatan, peserta dilatih membuat caption, foto branding, video reels, serta menyusun kalender konten mingguan. Website reservasi wisata wellness mulai dibangun dengan fitur pemesanan dan dokumentasi destinasi unggulan seperti Goa Mahakarya, Pantai Ropert, dan Batu Canggah. Tim juga menyusun SOP pelayanan wisata sebagai panduan operasional komunitas setelah program selesai.
“Kami ingin masyarakat lokal menjadi pelaku utama dalam pengelolaan wisata, bukan hanya penerima manfaat,” ujar Dr. Sri Endah Nurhidayati, ketua tim pengabdian masyarakat. Ia berharap masyarakat dapat mempromosikan wisata secara mandiri melalui media sosial dan website. Adapun media sosial resmi wellness Gili Iyang meliputi Instagram @gili.iyang, Facebook Gili Iyang, dan TikTok giliiyang1_, sementara website dapat diakses melalui exploregiliiyang.com.
Dengan dukungan literasi digital dan partisipasi aktif masyarakat, Gili Iyang kini berada dalam jalur pengembangan sebagai destinasi wellness yang sehat, inklusif, dan berdaya saing. Program ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat tata kelola wisata berbasis data dan keberlanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh nyata peran perguruan tinggi sebagai katalisator pembangunan lokal. Kontribusinya mencakup beberapa poin SDGs, antara lain SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 8 mengenai pertumbuhan ekonomi, SDG 9 terkait infrastruktur digital, SDG 11 tentang komunitas berkelanjutan, dan SDG 17 mengenai kemitraan pembangunan.
Transformasi digital berbasis komunitas yang dibangun melalui program ini diharapkan menjadi strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing pariwisata Gili Iyang sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat setempat.

