News

Jepara Hadirkan Museum Kartini, Ruang Inspirasi Perjuangan dan Seni

JEPARA — Sabtu (15/11) malam, Jepara seperti mendapatkan napas baru. Cahaya lampu yang memantul pada pilar-pilar pendapa tua menghadirkan suasana khidmat ketika ruh perjuangan Raden Ajeng Kartini seakan dipanggil pulang.

Di momen penuh makna itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meresmikan Museum Kartini Jepara, sebuah ruang yang dirancang untuk mengaktifkan kembali semangat perempuan pejuang emansipasi tersebut—sosok yang oleh masyarakat Jepara dikenal sebagai Si Jaran Kore, pembawa lentera perubahan.

Dari Rumah Dinas Menjadi Rumah Ingatan

Bangunan museum ini awalnya merupakan Pendapa Kabupaten Jepara sekaligus Rumah Dinas Bupati. Namun pada masa awal kepemimpinan Bupati Jepara Witiarso Utomo, pendapa itu diputuskan untuk dikembalikan kepada fungsi awalnya: menjadi ruang publik, ruang budaya, dan ruang ingatan—tempat ide dan gagasan progresif pernah tumbuh.

Keputusan itu berbuah karya besar. Museum yang kini berdiri bukan sekadar bangunan, melainkan ruang yang menampung jejak batin Kartini dan keluarganya.

Menyusuri Denyut Hidup Kartini

Setiap koleksi yang dipajang seolah berbicara. Replika naskah lama, artefak peninggalan keluarga, hingga ruang-ruang yang direkonstruksi seperti aslinya—ruang mengajar, kamar tidur, ruang kontemplasi—tersusun dalam alur cerita yang cermat oleh Komunitas Rumah Kartini.

Pengunjung seakan diajak menelusuri denyut hidup seorang perempuan muda yang masa hidupnya singkat, namun pengaruhnya abadi.

Tamu Negara Terhanyut dalam Atmosfer Kartini

Dalam prosesi peresmian, paduan suara siswa menengah atas membawakan lagu Ibu Kita Kartini yang menggema syahdu. Alunan tersebut membuat para tamu larut dalam suasana “kapsul waktu” yang membawa mereka pada masa pra-kemerdekaan—masa persemaian ide dan perjuangan Kartini.

Tampak hadir Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, Forkopimda Jepara, budayawan, hingga para pemerhati sejarah.

“Saya sangat terkesan dan berterima kasih kepada Bupati Jepara. Tempat yang sebelumnya rumah dinas kini bisa menjadi museum yang terbuka bagi masyarakat,” ujar Fadli Zon.

Malam itu, Museum Kartini tidak sekadar diresmikan. Ia dihidupkan kembali—mengalirkan kembali cahaya kecil yang dahulu dinyalakan Kartini melalui pendidikan, seni, dan budaya.
Spirit Si Jaran Kore kembali bangkit.