Komunitas

Rasmono Sudarjo Pamerkan 60 Karya Lukis & Foto di Khay Ming School

Seniman sekaligus Ketua Komunitas Seni Budaya, Rasmono Sudarjo, turut meramaikan Pameran Kaligrafi, Seni Lukis, dan Fotografi bertema “Setinggi-tingginya Gunung, Sepanjang-panjangnya Sungai, Suka dan Duka Dilewati Bersama” yang berlangsung di Sekolah Tiga Bahasa Khay Ming, Citra Raya Citraland, Surabaya, 30 Agustus–1 September 2025.

Dalam kesempatan ini, Rasmono memamerkan 60 karya lukis dan fotografi. Baginya, seni bukan sekadar ekspresi pribadi, melainkan sarana untuk menjalin persahabatan dan memperkuat ikatan antarbudaya.

Menghormati Momen Bersejarah

Pameran lintas budaya ini diselenggarakan untuk memperingati tiga momen penting: 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok, 70 tahun Konferensi Asia-Afrika Bandung, serta 620 tahun pelayaran pertama Laksamana Cheng Ho ke Barat.

Acara ini merupakan hasil kerja sama Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, Confucius Institute Universitas Negeri Surabaya, Confucius Institute Universitas Al Azhar Indonesia, Indonesia Calligraphy and Painting Institute, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia, Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya, Perkumpulan Seni Lukis & Kaligrafi Shufa Jawa Timur, serta Sekolah Khay Ming Tiga Bahasa.

Rasmono menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan pameran yang juga melibatkan UMKM lokal.

“Masyarakat harus menyaksikan pameran ini karena akan menambah wawasan tentang sejarah penting dua bangsa, sekaligus merasakan keindahan seni sebagai jembatan persahabatan,” ujarnya.

Sosok Seniman Humanis

Sebagai salah satu seniman aktif di Surabaya, Rasmono dikenal konsisten menghadirkan karya yang merefleksikan keindahan, nilai budaya, dan semangat kebersamaan. Ia percaya seni yang indah bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga mampu mempererat hubungan antarmanusia.

“Seni yang indah adalah budaya yang bisa dinikmati banyak orang. Melalui seni, kita bisa membangun persahabatan,” ungkapnya.

Ruang Pertemuan Budaya

Pameran ini menampilkan ratusan karya seniman dari Indonesia dan Tiongkok. Kehadiran karya Rasmono bersama seniman lainnya diharapkan mampu memperkaya perspektif pengunjung tentang persahabatan, sejarah, dan nilai kemanusiaan yang menyatukan kedua bangsa. (Red)