Komunitas

HMY Bambang Sujanto: PITI Harus Bersatu, Amanah, dan Terus Berkembang

Pendiri sekaligus Dewan Pembina Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), HMY Bambang Sujanto, memberikan pesan mendalam dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI PITI Surabaya. Ia menekankan pentingnya ketakwaan, persatuan, serta keterbukaan dalam mengelola organisasi.

“Semua harus bertakwa kepada Allah, jangan sibuk mencari kesalahan orang lain, tapi koreksi diri sendiri. Banyaklah berkomunikasi agar tidak ada kesalahpahaman,” pesan Bambang di hadapan pengurus dan anggota PITI Surabaya, Minggu (24/8/2025).

Menurutnya, PITI Surabaya adalah organisasi masyarakat dengan basis jamaah yang kuat. Sedangkan YHMCHI tidak memiliki jamaah, sehingga PITI menjadi ujung tombak yang harus terus dikembangkan. “DPD PITI itu tombaknya YHMCHI. Kalau PITI tidak ada, Cheng Hoo pun tidak akan ada. Karena itu siapapun ketua yang terpilih, harus bahu membahu mengembangkan PITI,” tegasnya.

Bambang juga menyinggung soal transparansi keuangan. Ia mendorong agar dana umat digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat, bukan disimpan dalam bentuk deposito. “Saya tidak setuju uang didepositokan, karena itu uang umat untuk amal. Simpanlah secukupnya, misalnya sepuluh juta sebagai cadangan, selebihnya pakai untuk kegiatan. Dengan begitu, banyak kegiatan sosial dan keagamaan bisa berjalan,” ujarnya.

Ia mencontohkan pembangunan Gedung Sekolah Islam Cheng Hoo yang sempat berjalan dalam kondisi minus, namun akhirnya berdiri berkat doa, dukungan, dan gotong royong banyak pihak. “Kalau kita bersatu, pasti akan baik hasilnya. Alhamdulillah gedung ini bisa berdiri walau masih banyak kekurangan. Semua karena kebersamaan,” tuturnya penuh syukur.

Dalam kesempatan itu, Bambang juga menegaskan bahwa semua Ketua PITI yang sudah purna tugas otomatis menjadi anggota Dewan Pembina YHMCHI. Hal ini menandakan eratnya hubungan antara PITI dan YHMCHI. “PITI bisa bertahan selamanya jika kita solid. Ketua PITI yang terpilih harus bekerja sama dengan semua pihak demi kemajuan bersama,” pungkasnya. (Red)