Komunitas

Budi Bi dan Ami Tri: Suara Hati dalam Goresan Lukisan

Pameran lukisan bertajuk Dejavu di Galeri Merah Putih, Balai Pemuda Surabaya, 3–7 Agustus 2025, menghadirkan 15 seniman dari Surabaya dan Sidoarjo. Di antara mereka, pasangan suami istri Budi Bi dan Ami Tri turut ambil bagian, membawa pesan kehidupan lewat karya masing-masing.

Budi Bi menghadirkan lukisan bertema kasih sayang terhadap hewan. “Ada orang yang menganggap binatang peliharaan sebagai teman hidup,” ujarnya singkat namun dalam. Melukis sejak awal 2000-an, Budi kini menjabat Ketua Komunitas Garis Gathuk Surabaya yang aktif dalam seni lukis dan patung. Ia mulai menekuni seni lukis secara profesional sejak 2015 dan telah menghasilkan hampir 300 karya, serta aktif berpameran hingga ke Korea Selatan.

Mengusung gaya impresionis, Budi lebih mengutamakan kesan warna dan cahaya ketimbang detail. Meski banyak seniman punya ritual khusus sebelum berkarya, Budi memilih mengandalkan keterampilan. “Saya tidak punya ritual apa pun. Saya percaya pada skill saya,” tegasnya.

Sementara itu, Ami Tri memilih bunga sebagai objek utama dalam lukisannya. “Bunga adalah simbol cinta. Ada ungkapan ‘say it with flowers’, dan itu saya tuangkan dalam karya,” ucap ibu tiga anak ini.

Pameran Dejavu menjadi ruang pertemuan imajinasi, kenangan, dan pesan-pesan batin para seniman—sebuah jeda di tengah riuh kota, tempat penikmat seni bisa memandang dunia lewat mata pelukis. (Red)