News

Berbagai Acara Meriahkan HUT Dewa Kong Co Kwan Sing Tee Koen di TITD Kwan Sing Bio Tuban

Tuban — Suasana penuh suka cita menyelimuti kawasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban dalam rangka perayaan ulang tahun ke-1865 Dewa Kong Co Kwan Sing Tee Koen.

Puncak perayaan yang digelar pada malam 17 Juli 2025 ini diwarnai kemeriahan budaya, kepedulian sosial, serta antusiasme ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Rangkaian acara dimulai sehari sebelumnya, dengan pembagian 1.000 paket beras kepada warga pra-sejahtera. Mereka yang menerima di antaranya adalah tukang becak, pengemudi ojek online, hingga karyawan TITD sendiri. Senyum tulus dan rasa syukur terlihat jelas di wajah para penerima, menjadikan momen ini sebagai awal yang menghangatkan hati.

Keesokan harinya, suasana makin semarak. Berbagai kegiatan digelar, seperti bakti sosial kesehatan berupa pemeriksaan gula darah gratis, pijat tradisional, atraksi barongsai, hingga lomba fashion show yang menarik perhatian banyak pengunjung, terutama anak-anak dan remaja.

Malam harinya, area kelenteng menjelma menjadi panggung besar nan memukau, dipenuhi gemerlap cahaya dan antusiasme ribuan pengunjung. Tari kolosal, penampilan dance group, dan guest star siap tampil memanjakan mata hadirin.

Pertunjukan tersebut menggambarkan kekayaan budaya Tionghoa yang begitu hidup, dinamis, dan penuh warna—dari gerakan tari yang anggun hingga iringan musik yang membangkitkan semangat. Momen ini juga menjadi ruang bagi generasi muda Tionghoa untuk menunjukkan kebanggaan pada akar budaya mereka.

Suasana semakin hangat saat para putri Tionghoa dengan busana tradisional anggun menyambut para tamu. Senyum ramah mereka, dipadukan dengan nuansa budaya yang kental, menciptakan kesan yang begitu mendalam bagi siapa pun yang hadir. Setiap detail malam itu menyatu dalam harmoni: budaya, kehangatan, dan kebersamaan.

Go Tjong Ping, mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya atas kemeriahan acara tahun ini.

“Perayaan ini bukan hanya wujud penghormatan kepada Dewa Kong Co, tapi juga bentuk kebersamaan, keterlibatan UMKM, dan pelestarian budaya. Masyarakat umum pun turut bergembira bersama. Sekitar 10 ribu orang hadir malam ini,” ujarnya di sela-sela acara.

Tak hanya warga lokal, tamu-tamu dari luar kota bahkan luar provinsi juga turut hadir. Berjejer stan makanan dan suvenir khas membuat suasana seperti pasar malam budaya yang hangat dan meriah. Pengunjung bebas menikmati ragam kuliner dan berbelanja oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Menariknya, panitia juga menyediakan makanan dan penginapan gratis bagi para tamu luar daerah. Semangat gotong royong dan rasa hormat terhadap sesama terasa nyata, menjadikan perayaan ini lebih dari sekadar tradisi—tetapi juga momentum kebersamaan yang menyentuh hati.(Red)