Menjaga Warisan, Merawat Harmoni: Rasmono Sudarjo Dirikan Komunitas Seni Budaya Nusantara
SURABAYA — Fotografer, pelukis, sekaligus notaris Rasmono Sudarjo memiliki satu tekad kuat: melestarikan kekayaan seni dan budaya Nusantara agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. Lewat pendirian Komunitas Seni Budaya Nusantara, Rasmono ingin membangkitkan kembali kecintaan generasi muda terhadap warisan leluhur bangsa.
Dalam bincang santai bersama RRI Surabaya, Rasmono menegaskan bahwa melestarikan seni budaya bukan hanya soal menjaga warisan masa lalu, tapi juga membangun jati diri bangsa di masa depan.
Salah satu titik yang menjadi sorotan Rasmono adalah kawasan Jalan Kembang Jepun, Surabaya. Menurutnya, kawasan Pecinan ini adalah miniatur harmoni Nusantara, tempat berbagai budaya hidup berdampingan dengan indah.
“Di Kembang Jepun ini, kita bisa menyaksikan perpaduan budaya Tionghoa, Arab, Madura, dan Jawa berjalan selaras. Ini potret nyata keanekaragaman Indonesia,” ujarnya.
Kembang Jepun: Potret Hidup Toleransi
Sebagai salah satu kawasan bersejarah di Surabaya, Kembang Jepun menyimpan kekayaan budaya yang unik:
Kuil dan Klenteng: Pusat spiritual masyarakat Tionghoa.
Masjid Bergaya Arab: Ikon keagamaan dengan sentuhan arsitektur lokal.
Kuliner Nusantara: Mulai dari bakpao dan mie ayam, hingga nasi kebuli, sate Madura, dan gudeg, berpadu dalam satu kawasan.
Tradisi & Adat: Upacara keagamaan dan tradisi masyarakat Madura dan Jawa menambah kekayaan budaya di sini.
Tak hanya fisik, kekayaan budaya ini terlihat dalam arsitektur bangunan tua yang memadukan gaya kolonial, Tionghoa, dan Arab. Tradisi masyarakatnya pun memperkuat suasana inklusif, dengan perayaan lintas budaya yang digelar bersama-sama.
Mimpi untuk Masa Depan
Melihat potensi tersebut, Rasmono berharap Kembang Jepun bisa berkembang layaknya Kota Lama Semarang—menjadi destinasi wisata budaya yang edukatif dan membanggakan.
“Kami ingin kawasan Pecinan Surabaya menjadi ruang belajar hidup bagi generasi muda. Tidak hanya sekadar menikmati keindahan budaya, tetapi juga ikut menjaga, merawat, dan mempromosikannya,” tegas Rasmono.
Dengan semangat inklusi dan cinta tanah air, Rasmono Sudarjo dan Komunitas Seni Budaya Nusantara mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga harmoni budaya Indonesia.
“Karena dari budaya, kita belajar memahami satu sama lain. Dari harmoni, kita membangun masa depan bersama.”

