Pendidikan

HJKS ke-732: Surabaya Catat IPM Tertinggi se-Jawa Timur, Fokus pada SDM dan Pendidikan Inklusif

Surabaya – Dalam suasana penuh semangat, Pemerintah Kota Surabaya menggelar Upacara Resepsi Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732 di Halaman Balai Kota, Taman Surya, Sabtu (31/5/2025). Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa kota ini akan terus “Tumbuh Semakin Kuat” dengan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berpihak pada rakyat.

Dalam pidatonya, Wali Kota Eri menyampaikan komitmen Pemkot Surabaya yang selaras dengan Asta Cita Presiden RI dan Nawa Bhakti Satya Gubernur Jawa Timur. Ia memaparkan pencapaian strategis pembangunan kota, serta langkah-langkah konkret menghadapi tantangan masa depan.

Tujuh prioritas utama menjadi fokus pembangunan Surabaya:

  1. Pengurangan angka kemiskinan
  2. Penurunan pengangguran
  3. Penurunan angka kematian ibu dan bayi
  4. Penanggulangan stunting
  5. Peningkatan kualitas pembangunan manusia
  6. Pengurangan kesenjangan ekonomi dan sosial
  7. Peningkatan pertumbuhan ekonomi

“Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah kunci masa depan Surabaya. Kami ingin memastikan setiap anak Surabaya mendapatkan haknya untuk tumbuh, belajar, dan berprestasi,” tegas Wali Kota Eri.

Surabaya saat ini mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Jawa Timur, yakni 84,69 pada tahun 2024. Komitmen ini tercermin dalam alokasi anggaran pendidikan yang mencapai lebih dari 20 persen APBD atau sekitar Rp2,5 triliun.

Beberapa capaian di sektor pendidikan antara lain:
•Sekolah gratis bagi lebih dari 180 ribu siswa SDN dan SMPN
•Beasiswa untuk 3.964 siswa penghafal kitab suci dari jenjang TK hingga SMP
•Bantuan pendidikan bagi lebih dari 21.000 siswa SMA/SMK/MA senilai Rp108 miliar
•Beasiswa bagi 3.000 mahasiswa perguruan tinggi
•Program seragam gratis untuk lebih dari 19.000 siswa di sekolah negeri dan swasta
•Gerakan “Sinau Ngaji Bareng” di 234 Balai RW
•Inisiatif “Surabaya Mengajar” yang melibatkan 1.882 mahasiswa

Pemkot Surabaya juga menaruh perhatian besar pada pendidikan inklusif, dengan keberadaan:
•4 Rumah Anak Prestasi (RAP)
•2 TK Inklusi
•284 SD Inklusi dan 63 SMP Inklusi
•Asrama Bibit Unggul bagi anak-anak berprestasi dari keluarga miskin

“Surabaya bukan hanya tumbuh, tetapi juga memastikan tidak ada yang tertinggal. Semua anak, apapun latar belakangnya, harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berhasil,” tutup Wali Kota Eri dengan penuh optimisme.

Melalui rangkaian program inovatif dan semangat kolaboratif, Surabaya menunjukkan bahwa kota ini siap melangkah ke masa depan sebagai kota yang kuat, inklusif, dan berdaya saing global. Red