Ekonomi

Indowood Expo 2025 Sukses Gaet Ribuan Pengunjung, Targetkan Indonesia Jadi Pemain Utama Industri Woodworking Asia

Indonesia Forestry and Woodworking Machinery Expo (Indowood Expo) 2025 resmi berakhir dengan capaian positif. Pameran industri manufaktur kayu dan woodworking berskala internasional ini sukses digelar selama tiga hari dan menjadi salah satu pendorong kebangkitan industri kayu nasional.

Sebagai pameran woodworking perdana berskala internasional di Indonesia, Indowood Expo 2025 berhasil mencatatkan total 3.349 pengunjung yang berasal dari 28 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, India, Singapura, Thailand, Australia, Hongkong, Rusia, Islandia, hingga Sri Lanka. Sebagian besar merupakan pelaku industri mebel, kerajinan kayu, eksportir, hingga perwakilan asosiasi industri terkait.

Pameran ini menghadirkan lebih dari 150 peserta pameran, mulai dari produsen mesin woodworking, pemasok bahan baku kayu, hingga penyedia teknologi pengolahan kayu terkini. Tidak hanya itu, berbagai seminar, forum bisnis, dan pertemuan antar pelaku usaha juga digelar untuk memperluas jejaring dan membuka peluang ekspor produk kayu Indonesia.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO), Budi Santoso, Indowood Expo menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kekuatan industri kayu Indonesia ke pasar global.

“Indowood Expo 2025 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama di industri woodworking Asia. Dengan dukungan pemerintah dan pelaku usaha, kami menargetkan peningkatan ekspor furnitur dan produk kayu olahan hingga 20% dalam dua tahun mendatang,” ujarnya.

Berdasarkan data penyelenggara, sepanjang tiga hari pelaksanaan tercatat potensi transaksi bisnis mencapai lebih dari USD 12 juta. Nilai ini diproyeksikan terus bertambah seiring adanya tindak lanjut kerja sama antara pelaku usaha lokal dan internasional pasca-pameran.

Indowood Expo 2025 tidak hanya menegaskan eksistensinya sebagai pameran yang menjanjikan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi besar Indonesia untuk meningkatkan daya saing industri kayu dan furnitur nasional di kancah dunia. Dengan pencapaian ini, Indonesia semakin percaya diri menyongsong target menjadi pusat industri woodworking terdepan di kawasan Asia Tenggara.