World Tai Chi Day Surabaya, Kolaborasi Komunitas untuk Sehat Bersama
Perayaan World Tai Chi & Qigong Day di Surabaya berlangsung semarak dan penuh energi kebersamaan. Kegiatan ini digelar oleh DPD ADYTI (Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia) Jawa Timur bersama KORMI Jatim, dan diikuti ratusan pegiat dari berbagai kalangan. Bertempat di depan Convention Hall Grand City Mall Surabaya, acara dimulai tepat pukul 06.00 WIB pada Sabtu, 25 April 2026.
Wakil Ketua ADYTI Jatim, Rudy Irsan, menjelaskan bahwa peringatan Hari Tai Chi dan Qigong Sedunia merupakan agenda global tahunan yang dilaksanakan setiap Sabtu terakhir bulan April. Kegiatan ini berlangsung serentak di ratusan kota di lebih dari 80 negara, termasuk Indonesia.
“Kami mengundang 21 sasana dengan sekitar 800 peserta yang bersama-sama memperagakan jurus Tai Chi dan senam pernapasan Qigong. Harapannya, Tai Chi semakin dikenal luas dan mampu mendorong masyarakat hidup lebih sehat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ketua ADYTI Jatim, Erlin Darmayanti, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana membangun kesadaran diri dan harmoni. Para peserta berkumpul untuk “bernapas bersama”, menghadirkan semangat penyembuhan, kesejahteraan, serta mempererat rasa kebersamaan dalam komunitas.
Apresiasi juga datang dari Ketua Umum ADYTI, Efendi Hansen Ng. Ia menilai Surabaya memiliki posisi istimewa dalam perkembangan Tai Chi di Indonesia. “Surabaya identik dengan Tai Chi. ADYTI Jatim telah menorehkan banyak prestasi membanggakan,” ungkapnya, sembari berharap ke depan dapat digelar ajang Tai Chi Cup Gubernur Jawa Timur.
Harapan tersebut mendapat sambutan positif dari Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Ia menyatakan kesiapan Kota Surabaya menjadi tuan rumah jika ajang tersebut terealisasi. Menurutnya, Tai Chi adalah olahraga inklusif yang dapat diikuti siapa saja tanpa memandang latar belakang, sekaligus memberi manfaat besar bagi kesehatan dan mempererat silaturahmi.
Senada dengan itu, anggota DPR RI Komisi IX, Indah Kurnia, berharap Tai Chi semakin dikenal sebagai olahraga berdampak rendah yang aman dan bermanfaat bagi semua usia. Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyumbangkan sebuah lagu yang mengiringi ratusan peserta menampilkan gerakan Tai Chi Qigong secara serempak.
Sejak awal acara, suasana sudah terasa khidmat sekaligus meriah. Seluruh peserta mengikuti senam Tai Chi Qigong bersama yang dipandu para laoshi. Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya pertunjukan barongsai, demonstrasi jurus kipas dan pedang, hingga parade perwakilan sasana. Puncaknya, ratusan balon dilepaskan ke udara sebagai simbol harapan, kesehatan, dan persatuan.
Acara yang dipandu oleh MC Ivan Arista dan Liong Pascariana Danaga ini dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Tionghoa, antara lain Dr. HC Alim Markus, Heru Budihartono dari HWT Gold, Tjokro Saputrajaya dari Paguyuban Warga Xianyou, Siek Mingkie mewakili Perkumpulan Fuqing Jatim, Lie Wiliani Ketua Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya, H. Haryanto Satryo Ketua PITI Jatim, Oei Tjing Yen Sekretaris YHMCHI, Wirawati Hartawan Ketua Dewan Pembina DPP ADYTI, serta Rudy Purwono dari PT Matahari Sakti, dan lainnya.
Terselenggaranya acara ini didukung oleh berbagai pihak, di antaranya HWT Gold, Paguyuban Warga Xianyou, PT Matahari Sakti, Cheer, Grand City, Kapal Api, Mikatasa, Wings, Grand Mirage, Danamon, serta berbagai perkumpulan Tionghoa dan sasana ADYTI dari berbagai kota.
Lebih dari sekadar perayaan, World Tai Chi & Qigong Day di Surabaya menjadi ruang bertemunya semangat kesehatan, budaya, dan kebersamaan—sebuah pengingat bahwa harmoni tubuh dan pikiran dapat menjadi fondasi kuat menuju masyarakat yang lebih sehat dan berdaya. (Red)

