Lahirkan Inovator Muda, Wisudawan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Ukir Prestasi Gemilang
Masa perkuliahan selalu menyimpan kisah, perjuangan, sekaligus pencapaian yang membanggakan. Hal itu tergambar jelas dalam cerita para wisudawan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya semester gasal tahun akademik 2025/2026, yang dibagikan dalam konferensi pers di Kampus Dinoyo, Jumat (10/4/2026).
Di balik toga yang dikenakan, tersimpan kisah inspiratif dari para lulusan berprestasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berinovasi dan memberi dampak nyata.
Salah satunya adalah Alicia Isabel Sanjaya, Wisudawan Akademik Terbaik dari Program Studi Kewirausahaan Fakultas Bisnis. Alicia berhasil menciptakan Nuvela Moisturizer, produk perawatan kulit berbahan green coffee yang berfungsi melembapkan sekaligus mengedepankan konsep alami. Inovasinya menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu melahirkan solusi kreatif berbasis peluang pasar.
Tak kalah inspiratif, Ketut Widiartha Wiradharma dari Program International Business Accounting juga menorehkan prestasi gemilang. Ia terpilih sebagai Duta Baca Perpustakaan UKWMS kategori mahasiswa dan dipercaya sebagai ACCA Student Ambassador, menunjukkan kiprahnya tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga literasi dan jejaring internasional.
Sementara itu, Michael Evano Junior menjadi sosok mahasiswa aktif berprestasi dari Program Digital Business Management. Ia meraih Juara I Pilmapres tingkat universitas, memenangkan Medali Emas dalam Global Youth Innovators Competition, serta mengoleksi puluhan penghargaan nasional dan internasional di bidang bisnis. Prestasinya mencerminkan konsistensi, kerja keras, dan keberanian untuk bersaing di level global.
Dari bidang kreatif, Yosevin Avionita, lulusan terbaik Program Studi Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Komunikasi, turut menunjukkan kiprahnya sebagai founder brand Viorally. Usaha tersebut bergerak di bidang kerajinan tangan berbahan benang rajut dan manik-manik, yang menggabungkan kreativitas dengan nilai ekonomi.
Lebih dari sekadar capaian individu, para wisudawan juga mengenang perjalanan mereka selama masa studi. Mereka mengapresiasi peran dosen yang tidak hanya membimbing secara akademik, tetapi juga memberikan dukungan moral. Pengalaman kuliah di masa pandemi COVID-19, yang sempat berlangsung secara daring, menjadi tantangan tersendiri sebelum akhirnya mereka dapat kembali belajar tatap muka dan membangun relasi yang lebih luas.
Bagi sebagian mahasiswa, UKWMS bahkan telah menjadi “rumah kedua”—tempat tumbuh, belajar, dan menemukan lingkungan yang suportif. Rasa nyaman, kebersamaan, serta dukungan dari dosen dan teman menjadi faktor penting dalam perjalanan mereka hingga lulus.
Rektor UKWMS, Sumi Wijaya, menyampaikan bahwa pada semester ini universitas meluluskan 595 wisudawan dari berbagai jenjang, mulai dari diploma hingga doktoral. Ia berharap para lulusan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dan negara, serta siap menghadapi tantangan zaman.
“Sebagian besar lulusan UKWMS telah bekerja sesuai bidangnya, baik di dalam maupun luar negeri. Kami berharap alumni terus peduli pada masyarakat dan membawa dampak positif,” ujarnya.
Kisah para wisudawan ini menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh keberanian untuk bermimpi, berinovasi, dan terus berkembang. UKWMS pun terus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga adaptif dan berdaya saing global. (Red)

