Komunitas

Keluarga Besar RS Adi Husada Gelar Perayaan Imlek 2026, Lestarikan Budaya dan Persahabatan

Keluarga Besar Adi Husada yang terdiri atas Perkumpulan Adi Husada, RS Adi Husada Undaan Wetan, RS Adi Husada Kapasari, dan STIKes Adi Husada menyelenggarakan perayaan Tahun Baru Imlek Tahun Kuda 2577 Kongzili di aula lantai 4 RS Adi Husada Undaan Wetan, Sabtu (21/2/2026).

Perayaan dihadiri Ketua Dewan Pembina Soedomo Mergonoto, jajaran pengurus, ketua panitia, pimpinan tiga institusi medis Adi Husada, tenaga kesehatan, perawat, donatur, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.

Acara yang dimulai pukul 17.00 WIB ini dipandu oleh dr. Sylvia dan dr. Ferry. Keduanya membuka perayaan dengan ucapan selamat Tahun Baru Imlek serta doa agar seluruh hadirin senantiasa berbahagia, sehat, sukses, dan dilimpahi rezeki.

Dalam sambutannya, Soedomo Mergonoto menyampaikan bahwa berbagai organisasi merayakan Imlek secara meriah, dan RS Adi Husada terus melanjutkan tradisi tersebut sebagai sarana berbagi sukacita sekaligus menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat luas. Ia juga menjelaskan makna budaya dan sejarah Imlek yang berakar pada siklus musim dalam masyarakat agraris, yakni peralihan dari musim dingin ke musim semi yang menandai awal masa tanam dan kebangkitan kehidupan baru.

Menurutnya, Imlek merupakan salah satu hari raya tradisional terpenting masyarakat Tionghoa yang dirayakan di seluruh dunia. Tradisi pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga pada malam tahun baru hingga hari ke-15 bulan pertama atau Festival Lampion menjadi inti perayaan tersebut.

Ia menambahkan, tradisi pemberian angpao sarat doa dan harapan: orang tua memberi kepada anak sebagai wujud kasih dan restu, sedangkan anak yang telah berkeluarga memberi kepada orang tua sebagai tanda bakti. Angpao bukan sekadar simbol keberuntungan, melainkan juga lambang kebersamaan keluarga dan awal kehidupan baru di tahun yang baru.

Soedomo Mergonoto menegaskan bahwa Imlek merupakan tradisi budaya yang telah menjadi bagian dari kemajemukan Indonesia dan ditetapkan sebagai hari libur nasional. Ia menutup sambutan dengan doa agar seluruh hadirin senantiasa sehat dan sejahtera, seraya menekankan bahwa kesehatan adalah yang utama.

Ketua Panitia Beni Soerjohoesodo menyampaikan terima kasih atas kehadiran para tamu serta ucapan selamat Tahun Baru Imlek. Ia menuturkan bahwa RS Adi Husada yang hampir berusia satu abad terus melestarikan perayaan Imlek tahunan sebagai sarana mempererat persatuan, persahabatan, dan kesejahteraan bersama antara staf dan masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor yang mendukung terselenggaranya acara.

Perayaan dilanjutkan dengan prosesi simbolis mengaduk mi panjang (yee sang) yang melambangkan keberuntungan dan umur panjang. Prosesi dilakukan bersama oleh Soedomo Mergonoto, Beni Soerjohoesodo, dr. Edwin Ongkorahardjo, dr. Leonny Chrissio, Rina Budi Kristian, dan dr. Sugiharto sebagai doa agar tahun baru berjalan lancar, penuh berkah, dan panjang usia.

Suasana semakin meriah dengan penampilan paduan suara, tari, permainan alat musik guzheng dan erhu, serta pembagian door prize. Para tamu menikmati kebersamaan hangat yang mencerminkan semangat persatuan, persahabatan, dan kepedulian sosial keluarga besar Adi Husada.

Sekitar pukul 19.00 WIB, perayaan ditutup dalam suasana penuh sukacita, dilanjutkan foto bersama dan jamuan makan malam. Panitia, mewakili seluruh staf, kembali menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan semua pihak serta mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek—semoga semua berbahagia, sehat, dan sejahtera. (Red)