Pendidikan

UK Petra Bahas Perbedaan Sistem Pangan Indonesia–Jerman dalam Seminar Internasional

Universitas Kristen Petra menggelar seminar internasional bertajuk “From Farm to Fork: How Germany Builds a Sustainable Food Supply Chain” untuk membahas tantangan rantai pasok pangan dan perbedaan pengelolaannya di Indonesia dan Jerman. Kegiatan yang diinisiasi Program Studi Teknologi Pangan ini menghadirkan pakar logistik pangan dari Jerman, , serta diikuti mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan pada Jumat (13/2/2026) di Kampus UK Petra, Surabaya.

Seminar menyoroti persoalan besar food loss dan food waste di Indonesia, yakni terbuangnya bahan pangan sebelum sampai ke konsumen akibat kendala distribusi, penyimpanan, atau harga jual yang tidak menguntungkan petani. Berdasarkan laporan UNEP Food Waste Index 2024, jumlah sampah makanan rumah tangga di Indonesia tercatat lebih dari dua kali lipat dibanding Jerman, bahkan tertinggi di Asia Tenggara.

Menurut Prof. Michael Dircksen, pengelolaan kehilangan pangan (food loss management) harus dilakukan sejak hulu hingga hilir melalui perencanaan logistik yang efisien, penggunaan teknologi seperti pengendalian suhu, serta manajemen rantai pasok yang terintegrasi. Upaya ini penting untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan sekaligus menekan pemborosan makanan sebelum sampai ke meja konsumen. Red