Club Yasanis Senam Pagi dan Wushu Surabaya Meriahkan Pembukaan Kejurnas Wushu 2025
Surabaya – Suasana pembukaan Kejuaraan Nasional Wushu Senior dan Junior Piala Menpora RI dan Ketua Umum PB Wushu Indonesia di Kenjeran Park, Selasa (1/7/2025), berlangsung semarak. Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian datang dari Club Yasanis Senam Pagi dan Wushu Surabaya yang tampil penuh semangat dengan aksi Taichi, Wushu, hingga pertunjukan kolaboratif yang memikat hati penonton.
Dengan gerakan yang atraktif, rapi, dan penuh energi, para anggota Club Yasanis mempersembahkan senam pagi berpadu seni bela diri yang menggabungkan nilai kesehatan, kedisiplinan, dan seni gerak yang memukau. Atraksi ini mendapat sambutan hangat dari ratusan penonton yang memenuhi arena.
Tidak hanya itu, Yasanis juga berkolaborasi dengan atlet-atlet cilik Wushu dalam sebuah pertunjukan drama bernuansa semangat juang. Penampilan mereka makin lengkap dengan aksi jurus Wushu dan Sanda dari para atlet Puslatda Jawa Timur.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang turut hadir pun memberikan pujian atas penampilan tersebut.
“Saya menyaksikan penampilan para atlet Wushu, terutama anak-anak, sangat mengesankan. Kejurnas ini adalah momentum penting dalam mencetak atlet unggul yang bisa mengharumkan nama bangsa di level dunia,” ujarnya.
Club Yasanis dikenal sebagai salah satu sasana yang aktif membina atlet-atlet sejak usia dini. Tak hanya fokus pada prestasi, mereka juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan gaya hidup sehat bagi masyarakat umum.
Ketua Club Yasanis Senam Pagi dan Wushu Surabaya, Yulianto Chandra (张贤畴), yang hadir langsung dalam acara, menyampaikan apresiasi atas semangat para anggotanya.
“Kami hadir bukan hanya untuk tampil, tapi untuk menyebarkan semangat sehat, disiplin, dan prestasi. Yasanis ingin terus berkontribusi membina atlet Wushu berprestasi dari Surabaya untuk Indonesia,” ucap Yulianto.
Dengan kolaborasi antar generasi dan penampilan penuh semangat, Club Yasanis berhasil menyampaikan pesan bahwa olahraga bukan hanya tentang kemenangan—tapi juga tentang menyatukan, membina, dan membentuk karakter generasi masa depan. (Red)

