Bersahabat Lewat Lagu, Warisan Tak Terputus: PSMTI Jatim Sukses Gelar Lomba Lagu Mandarin
Dalam upaya melestarikan dan mempromosikan budaya Tionghoa, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jatim sukses menggelar kompetisi menyanyi lagu Mandarin selama dua hari, pada 6–7 Desember 2025, bertempat di Restoran Internasional Tristar, Surabaya. Acara ini berjalan lancar, menarik banyak partisipan dari komunitas Tionghoa, dan menampilkan suasana budaya yang kental.
Babak final kompetisi berlangsung pada 7 Desember pukul 17.00 WIB. Para peserta dibagi menjadi tiga kategori: kelompok pria senior, kelompok wanita senior, dan kelompok dewasa. Setiap peserta tampil di atas panggung untuk membawakan lagu Mandarin favorit mereka dengan sepenuh hati, menampilkan kemampuan vokal dan penampilan panggung yang mengesankan. Kompetisi ini memperlihatkan antusiasme berbagai usia terhadap lagu Mandarin sekaligus semangat mereka dalam melestarikan budaya Tionghoa.
Para tamu yang hadir dalam malam final antara lain; Wakil Ketua Pembina PSMTI Totok Lusida, Dewan Penasihat Teguh Kinarto, Ketua PSMTI Jatim Pepeng Putra Wirawan, Totok Sudarto, Ketua PTITD Komda Jatim Gunawan Putra Wirawan dan perwakilan dari berbagai cabang perkumpulan di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Ketua PSMTI Jawa Timur, Pepeng Putra Wirawan menyampaikan bahwa sejak berdirinya PSMTI selalu berkomitmen untuk menyatukan komunitas Tionghoa dari berbagai daerah di Jawa Timur serta aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan promosi budaya Tionghoa.
Ia menambahkan, setelah sukses menggelar kompetisi lagu Mandarin perdana tahun lalu, kegiatan ini mendapat apresiasi luas, dan kompetisi tahun kedua ini lebih menarik dengan 150 peserta yang berasal dari Surabaya, Malang, Situbondo, Sidoarjo, Banyuwangi, Jember, Blitar, Rejangleb, Lumajang, serta Semarang, Solo, Bulbarangka, Magelang, dan Yogyakarta.
Ia berharap kompetisi ini dapat meningkatkan komunikasi dan solidaritas antaranggota asosiasi, sekaligus menjadi sarana bagi generasi muda untuk lebih memahami dan menghayati nilai-nilai budaya Tionghoa melalui lagu Mandarin.
Totok Lusida dan Teguh Kinarto memberikan sambutan dan mengapresiasi tinggi terhadap kompetisi ini, serta menekankan bahwa acara ini menjadi platform yang sangat baik agar komunitas Tionghoa dapat merasakan daya tarik budaya Tionghoa melalui lagu Mandarin.
Ketua Panitia Rini Huang menegaskan bahwa penilaian dilakukan secara adil dan transparan. Panitia pun mengundang tim juri profesional, termasuk Chen Liying, Huang Youxin, Li Weiqiang, Huang Rongsheng, dan Yan Feiling. Tim juri menilai peserta berdasarkan teknik vokal, kemampuan menafsirkan lagu, dan penampilan panggung dengan standar profesional yang ketat.
Malam final berlangsung selama tiga jam penuh persaingan sengit. Setelah penilaian yang cermat, tim juri mengumumkan daftar pemenang. Selanjutnya, Teguh Kinarto, Pepeng Putra Wirawan, Totok Sudarto, dan anggota panitia menyerahkan piala dan hadiah uang tunai kepada para pemenang kelompok pria senior, wanita senior, dan dewasa, serta berfoto bersama peserta, menutup acara dengan sukses dan meriah. (Red)

向成年组冠军颁发奖杯-800x445.jpg)