Pendidikan

ITS dan DNV Jalin Kolaborasi Strategis untuk Majukan Industri Maritim Indonesia

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan industri maritim nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui kerja sama dengan biro klasifikasi internasional asal Norwegia, Det Norske Veritas (DNV), yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Gedung Rektorat ITS, Selasa (3/6).

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof. Nurul Widiastuti, menuturkan bahwa dunia maritim akan menghadapi berbagai tantangan di masa depan, seperti Shipping 4.0, hilirisasi industri maritim, material canggih untuk kapal, emisi nol bersih (net zero emission), dan isu strategis lainnya.

“Sebagai institusi teknologi yang memiliki fokus pada bidang kelautan dan kemaritiman, ITS perlu menyiapkan strategi terbaik untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut,” tegasnya.

Kerja sama jangka panjang dengan DNV menjadi langkah konkret ITS dalam menguatkan kualitas pendidikan, riset, dan sumber daya manusia (SDM). Melalui kolaborasi ini, sivitas akademika ITS akan mendapatkan akses terhadap standar, aturan, dan panduan dari DNV, yang akan memperkaya proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Selain itu, mahasiswa dan dosen ITS juga akan memperoleh kesempatan mengikuti program magang, kerja praktik, hingga pelatihan teknis di lingkungan DNV. “Pelatihan teknis ini sangat penting, khususnya bagi para dosen muda ITS,” tambah Nurul.

Nurul juga menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini mampu memperluas cakupan dan meningkatkan kualitas layanan kedua institusi, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan industri maritim Indonesia. “Kami juga ingin ITS dan alumninya berkontribusi lebih luas di kancah maritim global,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, DNV Regional Manager Asia Pacific Energy System, Brice Le Gallo, menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan industri. Ia menyebut kerja sama seperti ini dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang kuat untuk menopang perkembangan industri.

“Kita bersama-sama membangun jembatan kolaborasi yang akan terus berkembang,” ucapnya.

Sebagai salah satu biro klasifikasi terbesar di dunia, DNV menyediakan pengalaman industri yang nyata bagi mahasiswa ITS untuk mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja. Di sisi lain, Brice menegaskan bahwa industri maritim juga memerlukan inovasi dan SDM unggul dari perguruan tinggi.

Brice turut mendorong mahasiswa ITS untuk aktif memanfaatkan peluang ini. “Kolaborasi ini dilakukan demi kepentingan mahasiswa, dan mereka harus terlibat secara langsung dalam pelaksanaannya,” tegasnya.

Sebagai bagian dari implementasi awal kerja sama, juga diselenggarakan kuliah tamu yang menghadirkan Capt. Gustad Hormazdi dari DNV Southeast Asia for Maritime’s Business Development. Ia membahas pentingnya proses dekarbonisasi, digitalisasi, dan transisi energi dalam industri maritim modern.

Kolaborasi antara ITS dan DNV ini menjadi langkah nyata ITS dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 (pendidikan berkualitas) dan poin ke-17 (kemitraan untuk mencapai tujuan). Dengan kolaborasi ini, ITS dan DNV berharap dapat menjawab tantangan global dan menciptakan masa depan cerah bagi industri maritim dunia.