Semarak Kirab Budaya Waisak 2025: Yayasan TITD Sam Poo Sing Bio Surabaya Turut Pererat Toleransi Lintas Iman di Mojokerto
Mojokerto – Perayaan Dharmasanti Waisak 2569 BE/2025 di Maha Vihara Mojopahit, Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto, berlangsung meriah pada 24–25 Mei 2025. Acara yang mengusung tema “Buddha Meets the Gods” ini tak hanya menjadi momentum spiritual umat Buddha, tetapi juga simbol persatuan lintas agama dan budaya di Indonesia.
Turut hadir dalam kemeriahan acara tersebut rombongan dari Yayasan TITD Sam Poo Sing Bio. Dipimpin oleh Hartadi Tanuwijaya, mereka menyerahkan Kim Sin (replika dewa/dewi) lengkap dengan perlengkapannya pada 24 Mei 2025, sebagai bagian dari prosesi sakral menuju kirab budaya.
“Kami selalu hadir dalam berbagai perayaan kelenteng di Jawa Timur sebagai bentuk kepedulian, dukungan, dan persatuan antar Tempat Ibadah Tri Dharma. Seperti kali ini, kami ikut memeriahkan perayaan Waisak di Maha Vihara Mojopahit. Kami mengikuti kegiatan ini dari awal hingga kirab,” ungkap Hartadi Tanuwijaya Ketua Yayasan TITD Sam Poo Sing Bio di sela acara.
Kirab budaya yang digelar pada 25 Mei 2025 menjadi sorotan utama. Peserta kirab berasal dari berbagai elemen kepercayaan dan kebudayaan, termasuk Buddha, Hindu, Tempat Ibadah Tri Dharma, aliran kepercayaan lokal, serta seni budaya tradisional Jawa. Candi Brahu dipilih sebagai titik akhir kirab karena nilai sejarahnya sebagai situs peninggalan Hindu-Buddha yang sakral.
Rangkaian kirab melibatkan penampilan seni budaya khas Nusantara seperti bantengan, Reog Ponorogo, barongsai, tandu-tandu dewa-dewi, dan kirab Pataka Majapahit yang diarak bersama untuk memohon berkah dan keselamatan.
Ketua Panitia, Candra, menyebut bahwa ini adalah kali pertama Mojokerto menggelar kirab budaya dalam rangka perayaan Waisak. Ia berharap kolaborasi lintas budaya ini bisa menjadi tradisi baru yang menguatkan semangat toleransi dan kebhinekaan di Indonesia.
“Ini perdana. Kami ingin memperkuat kebersamaan dan persatuan lintas budaya agar tetap guyub sebagai satu Nusantara,” ujar Candra pada Minggu (25/5/25).
Acara ini juga diikuti oleh jemaat Buddha dari 13 Tempat Ibadah Tri Dharma se-Jawa Timur, termasuk dari Surabaya, Pamekasan, Banyuwangi, Jember, Mojokerto, Jombang, Malang, Sidoarjo, Madiun, hingga Nganjuk.
Dengan semangat toleransi, perayaan Waisak kali ini membuktikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersama-sama menjaga harmoni dan membangun Indonesia yang lebih rukun.
“Harapan kami, acara ini dapat mempererat hubungan antarumat beragama ke depan,” pungkas Candra.

