“Vinautism Art Pride” Rayakan Keberagaman Lewat 84 Karya Penuh Makna di Surabaya
Ruang seni alternatif kembali hidup dengan semangat inklusivitas melalui pameran “Vinautism Art Pride” yang digelar di Vinautism Gallery, Surabaya, pada Sabtu malam (9/5/2026). Pameran dua tahunan ini menjadi wadah ekspresi bagi beragam suara yang selama ini kerap terpinggirkan, dihadirkan melalui karya visual yang jujur, personal, dan autentik.
Mengusung semangat will to form atau dorongan untuk membentuk, para perupa menampilkan eksplorasi kreatif yang berangkat dari material sederhana, olah emosi, serta kepekaan batin. Setiap karya menjadi rekam jejak pengalaman yang unik, sekaligus cerminan kebebasan berekspresi tanpa sekat.
Pemilik Vinautism Gallery, Rudy Purwono, dalam sambutannya menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang apresiasi seni, melainkan ruang yang menempatkan setiap individu sebagai subjek pencipta makna yang setara.
“Perbedaan bukanlah batas, melainkan kekuatan yang memperkaya lanskap seni. Di sini, setiap ekspresi layak dihargai dan dibanggakan,” ujarnya saat membuka acara tepat pukul 19.00 WIB.
Pameran ini diikuti oleh 43 peserta dengan total 84 karya lukisan yang menampilkan ragam gaya, teknik, dan narasi personal. Keberagaman tersebut menjadi daya tarik tersendiri, menghadirkan pengalaman visual yang tidak hanya estetis, tetapi juga emosional.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah karya Vincent Prijadi Purwono, pelukis muda berbakat asal Surabaya sekaligus penyandang autisme. Vincent dikenal aktif mengikuti berbagai pameran, baik di dalam maupun luar negeri, dengan karya-karya yang mendapat apresiasi luas dari publik.
Sejak 2018, Vincent telah menghasilkan lebih dari 300 lukisan. Ia juga menorehkan prestasi di berbagai kompetisi internasional serta rutin berpartisipasi dalam art exhibition dan art fair. Konsistensinya berkarya menjadikan Vincent sebagai sosok inspiratif bagi generasi muda, sekaligus bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi di dunia seni.
Di balik setiap sapuan warna dalam karya Vincent Prijadi Purwono, tersimpan dukungan hangat dari keluarga, terutama sang grandma, Puspitadewi Prijadi. Dengan kesabaran dan cinta yang tak pernah surut, ia terus mendampingi dan menumbuhkan kepercayaan diri Vincent, menjadikan setiap karya sebagai cerminan perjalanan batin yang penuh makna.
Melalui “Vinautism Art Pride”, seni tidak hanya menjadi medium estetika, tetapi juga bahasa yang merangkul, menyuarakan, dan merayakan keberagaman pengalaman manusia.

