Komunitas

Kita Semua Bersaudara, Ruang Berbagi Bakat dan Kebersamaan

Komunitas “Kita Semua Bersaudara” menjadi wadah kebersamaan bagi berbagai kelompok hobi, mulai dari line dance, senam, menyanyi, olahraga, hingga memasak. Suasana hangat dan penuh keakraban terasa dalam pertemuan perdana yang digelar di Restoran Tristar Surabaya pada Kamis malam, 26 Maret 2026.

Ketua komunitas, Megawati (江水金), mengisahkan bahwa ide pembentukan grup ini berawal dari kebiasaan sederhana: berkumpul di pagi hari untuk sarapan bersama dan berolahraga. Dari momen kebersamaan itulah muncul gagasan untuk membentuk komunitas yang lebih besar dan inklusif.

“Awalnya kami sering makan pagi dan jalan bersama. Lalu terpikir untuk membuat wadah bersama. Semua grup boleh bergabung, karena tujuan kami adalah mengembangkan bakat masing-masing sekaligus saling berbagi dan memberi masukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, komunitas ini tidak hanya ingin menjadi tempat berkumpul, tetapi juga membawa manfaat yang lebih luas. Ke depan, Kita Semua Bersaudara berkomitmen menggelar berbagai kegiatan sosial.

“Kami ingin merangkul lebih banyak grup, bukan hanya di Surabaya tetapi juga dari kota lain. Harapannya, selain mempererat silaturahmi, kami juga bisa berkontribusi melalui kegiatan bakti sosial,” ujar Megawati, yang juga dikenal sebagai pemilik Menul Kitchen.

Sebagai seseorang yang berkecimpung di dunia kuliner, Megawati turut membagikan passion-nya dengan mengajar pembuatan aneka kudapan, termasuk melalui media sosial. Ia berharap ilmu yang dimilikinya bisa bermanfaat bagi anggota komunitas.
“Lewat komunitas ini, saya ingin berbagi ilmu memasak dengan teman-teman. Itulah salah satu alasan kami membentuk Kita Semua Bersaudara untuk saling sharing dan mendukung satu sama lain,” tambahnya.

Dukungan juga datang dari penasihat komunitas, Aneng (容惠宁), yang berharap wadah ini dapat terus berkembang dan memberi dampak positif.
“Komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar pengalaman dan ide. Selain itu, anggota juga bisa saling memotivasi untuk hidup sehat melalui berbagai kegiatan seperti senam, menyanyi, dan memasak,” ungkapnya.

Penasihat lainnya, Wang Zongming (王宗鳴), menyebutkan bahwa saat ini komunitas tersebut telah memiliki sekitar 100 anggota, dan jumlah ini diharapkan terus bertambah.

Pertemuan perdana itu pun berlangsung meriah. Para anggota menampilkan berbagai hiburan, mulai dari penampilan lagu hingga line dance yang mengundang antusiasme peserta. Kebersamaan semakin terasa dengan adanya pembagian minyak goreng kepada seluruh anggota. Juga ada hadiah hiburan alat kesehatan, dan lainnya. Kehadiran penyanyi lokal Surabaya turut menambah semarak suasana malam itu.

Lebih dari sekadar ajang berkumpul, pertemuan ini menjadi awal dari langkah bersama untuk membangun komunitas yang solid, inspiratif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (Red)