Perayaan Imlek Penuh Harmoni, Empat Grup Nyanyi Komunitas Tionghoa Surabaya Tampilkan Konser Lagu Mandarin
Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai perayaan Tahun Baru Imlek yang digelar oleh Perkumpulan Wanita Tionghoa Surabaya, Grup Nyanyi Guangzao, Grup Nyanyi Perkumpulan Marga Jiang, dan City of Music di Restoran Tristar Surabaya, Sabtu malam (14/3/2026). Acara yang dikemas seperti konser musik ini menghadirkan berbagai penampilan lagu Mandarin yang memukau ratusan hadirin.
Ketua panitia acara, Zhou Wenli, menjelaskan bahwa perayaan Imlek kali ini menjadi momen untuk mempererat hubungan antar komunitas yang selama ini aktif mempelajari dan mengembangkan lagu-lagu Mandarin. Keempat grup tersebut berada dalam bimbingan Laoshi Zhang Cheng.
https://youtu.be/1Z7KQfFrDK4?si=BC16W1K4kRY4Wz0Y
“Kami berharap melalui kegiatan ini, hubungan antar grup semakin erat dan bersama-sama terus mengembangkan kecintaan terhadap lagu-lagu berbahasa Mandarin,” ujarnya.
Sepanjang acara, masing-masing grup tampil secara bergantian di atas panggung dengan berbagai konsep penampilan, mulai dari paduan suara hingga formasi grup vokal. Para peserta menunjukkan kemampuan vokal yang memikat, menjadikan suasana terasa seperti pertunjukan musik profesional.
Tidak hanya itu, penampilan Angklung Pitik Cilik turut menambah warna budaya dalam acara tersebut. Alunan angklung yang dimainkan para pemain menghadirkan nuansa harmonis dan mendapat sambutan meriah dari para tamu yang hadir. Selain itu, pertunjukan tarian yang dibawakan oleh anak-anak juga tampil memukau, menampilkan gerakan yang lincah dan penuh semangat sehingga semakin menyemarakkan suasana acara.
Laoshi Zhang Cheng juga tampil membawakan sebuah lagu yang disambut hangat oleh para hadirin. Bahkan, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Mr. Ye Su, turut memeriahkan acara dengan menyanyikan sebuah lagu Mandarin yang membuat suasana semakin semarak.
Ratusan anggota dan pengurus dari berbagai komunitas hadir memenuhi ruangan, memberikan dukungan kepada para penampil. Sejumlah tokoh komunitas juga tampak hadir, di antaranya Ketua Perkumpulan Guangzao, Chandra Wurianto Woo, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya perayaan Imlek dengan konsep pertunjukan budaya tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi komunitas Tionghoa untuk terus melestarikan bahasa dan budaya melalui musik.
Sementara itu, Laoshi Zhang Cheng mengaku sangat bahagia melihat para muridnya berani tampil di atas panggung dan menunjukkan bakat mereka di bidang tarik suara.
“Saya sangat bangga melihat perkembangan mereka. Harapannya, anak-anak terus meningkatkan teknik bernyanyi dan semakin percaya diri tampil di panggung,” ujarnya.
Perayaan Imlek malam itu pun terasa istimewa. Bukan sekadar perayaan tahun baru, tetapi juga menjadi panggung kebersamaan yang menyatukan komunitas, budaya, dan kecintaan terhadap musik Mandarin dalam satu harmoni yang indah. (Red)

