Pendidikan

Christopher Jason Santoso: Mahasiswa ITS Keturunan Tionghoa yang Jago Dalang dan Entrepreneur Muda

Surabaya, 4 Maret 2026 – Dunia pewayangan identik dengan budaya Jawa, tapi hal itu tak menghalangi Christopher Jason Santoso, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berdarah Tionghoa, untuk menekuni seni ini sebagai dalang.

Ketertarikannya muncul sejak SD saat ia membuat pertunjukan wayang kecil. Dukungan keluarga membawanya ke sanggar di Surabaya, meski sempat menghadapi celaan karena rhotasisme dan diskriminasi etnis. Tak putus asa, Christopher belajar otodidak melalui buku dan media sosial hingga akhirnya tampil di See You Soon 2023 ITS dengan cerita wayang dalam tiga bahasa: Jawa, Inggris, dan Mandarin.

Selain mendalang, Christopher aktif meneliti budaya dan sosial. Tugas akhirnya, Pembangunan Inklusi Sosial di Kota Surabaya: Studi Fenomenologi Diskriminasi Interseksionalistik terhadap Penutur dengan Rhotasisme, bahkan membawanya menjadi pembicara di International Symposium on Javanese Culture 2024.

Di sisi entrepreneur, ia mendirikan startup jamu modern Herbits, didanai P2MW 2023 dan ITS Youth Technopreneur 2023–2024, untuk menarik minat anak muda pada jamu tradisional. Prestasinya juga menembus panggung internasional, mewakili ITS di ASEAN Future Innovators Challenge, Asia Youth Sustainability Forum, dan Smart Ocean Summer School di China.

Meski padat aktivitas, Christopher tetap tampil sebagai dalang di berbagai acara, termasuk TEDxITS 2024. Perjalanan hidupnya membuktikan: perbedaan bukan penghalang untuk berkarya dan berinovasi, selaras dengan tujuan SDGs tentang pengurangan kesenjangan dan pendidikan berkualitas.