Imlek Harmoni Nusantara Semarakkan Semarang, Wisata dan Toleransi Menguat
Perayaan Imlek 2577 Kongzili bertajuk Imlek Vaganza Harmoni Nusantara yang digelar Pemerintah Kota Semarang di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Minggu (15/2/2026) berlangsung meriah. Sebanyak 250 pelaku UMKM dilibatkan dengan peningkatan omzet seiring tingginya jumlah pengunjung.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa perayaan ini harus berdampak pada kesejahteraan masyarakat, terlebih Sam Poo Kong sebagai ikon sejarah berusia lebih dari 600 tahun memiliki daya tarik wisata kuat.
Mengusung tema “Harmoni Nusantara”, perayaan ini menonjolkan kerukunan lintas etnis dan agama di Semarang, berdekatan dengan tradisi Dugderan menjelang Ramadan dan awal pra-Paskah. Simbol Warak Ngendog kembali diangkat sebagai lambang akulturasi budaya Tionghoa, Jawa, dan Arab yang hidup berdampingan.
Agustina mengajak masyarakat menjaga kondusivitas selama rangkaian perayaan Imlek, Dugderan, hingga Ramadan agar Semarang tetap dikenal sebagai kota yang damai dan harmonis.
Kemeriahan acara turut dihadiri Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya Mr. Ye Su yang mengapresiasi antusiasme masyarakat Indonesia terhadap Imlek sebagai cerminan toleransi dan hubungan bilateral yang baik.
Ketua Yayasan Sam Poo Kong Mulyadi Setiakusuma menyampaikan apresiasi dan mendorong perusahaan-perusahaan Tiongkok di kawasan industri sekitar Semarang menyalurkan CSR bagi masyarakat.
Perayaan Imlek menghadirkan hiburan, termasuk Krisdayanti, Clarissa Dewi, serta atraksi barongsai 1.000 LED yang tampil setahun sekali. (Red)

