Pendidikan

Sentuhan Digital di Kebun Malang, Pengolahan Kopi Kini Lebih Akurat

Surabaya, 6 Februari 2026 – Sebanyak 26 petani kopi di Desa Sumberdem, Kabupaten Malang, mulai memasuki era pengolahan kopi berbasis teknologi. Transformasi ini terwujud berkat hibah United Kingdom–Indonesia Social Action Grant 2025 dari British Council yang dijalankan oleh tim dosen Universitas Kristen Petra (UK Petra), Surabaya.

Program yang dipimpin Iwan Halim Sahputra, S.T., M.Sc., Ph.D., bersama Dr. Ing. Indar Sugiarto, S.T., M.Sc. dan Hariyo Priambudi Setyo Pratomo, S.T., M.Phil., mendukung Kelompok Tani Berkah Tani Nyawiji (BTN) melalui peningkatan kapasitas pengolahan kopi berkelanjutan. Serah terima fasilitas dilakukan pada 22 Januari 2026 dan dihadiri Kepala Desa Sumberdem, Purwati, S.E.

Pada tahap lanjutan ini, kapasitas rumah jemur kopi diperluas hingga 8 kuintal–1 ton ceri kopi basah per proses. Petani juga menerima mesin sortasi biji kopi, alat ukur kadar air (moisture meter), serta tambahan panel surya untuk menunjang operasional ramah lingkungan.

“Inovasi ini kami rancang agar proses pascapanen tidak lagi berbasis perkiraan, melainkan lebih konsisten dan akurat,” ujar Iwan Halim. Mesin sortasi membantu menyeragamkan kualitas biji kopi, sementara moisture meter memastikan standar kelembaban sebelum proses roasting.

Manfaatnya langsung dirasakan petani. Wasis, Wakil Ketua Kelompok Tani BTN, menyebut proses kerja kini lebih cepat dan hasil lebih rapi. “Kami lebih percaya diri dengan kualitas kopi, dan minat pembeli juga meningkat,” katanya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi penguatan rantai pascapanen kopi, sekaligus contoh nyata sinergi akademisi dan masyarakat dalam mendorong pembangunan lokal berkelanjutan. (Red)