Pendidikan

Atasi Obesitas, Mahasiswa ITS Integrasikan Layanan Kesehatan dan Gym

Tim SGREEFIT dari mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas program ekosistem kebugaran berkelanjutan sebagai solusi penanganan obesitas yang kian meningkat di Indonesia, (6/1/26).

Anggota Research and Development SGREEFIT, Muhammad Rafi Kalevi, menjelaskan bahwa obesitas belum ditangani secara khusus dan berdampak pada meningkatnya beban pembiayaan BPJS Kesehatan. Data terakhir mencatat defisit BPJS mencapai Rp9,6 triliun.

Melalui program ini, SGREEFIT mengintegrasikan layanan kesehatan dengan fasilitas kebugaran yang telah ada, seperti BPJS Kesehatan, aplikasi Mobile JKN, dan pusat kebugaran. Sistem ini dirancang untuk mempermudah alur penanganan obesitas secara terstruktur dan berkelanjutan.

Program SGREEFIT mengadopsi Theory of Planned Behavior dengan tiga pendekatan utama, yakni sikap positif terhadap olahraga, penguatan norma sosial melalui dukungan institusi, serta kemudahan akses fasilitas kebugaran. Penerapannya didukung konsep smart gym, teknologi Internet of Things (IoT), serta sinergi dengan Kementerian Kesehatan melalui program GERMAS.

Peserta program akan melalui konsultasi medis untuk mendapatkan rekomendasi olahraga sesuai kondisi tubuh, kemudian berolahraga di fasilitas gym yang terhubung BPJS. Sistem gamifikasi diterapkan dengan pemberian poin dan voucher guna meningkatkan motivasi peserta.

Kalevi menyebut, jika prevalensi obesitas dapat ditekan hingga 35 persen, potensi penghematan anggaran BPJS bisa mencapai Rp10,5 triliun. Program ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kemenpora, Kemenkes, tenaga medis, dan masyarakat.

Atas inovasi tersebut, Tim SGREEFIT yang dibimbing dosen Alfan Purnomo ST MT berhasil meraih medali perak kategori presentasi pada Pimnas ke-38 tahun 2025. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen ITS mendukung SDGs poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin ke-9 mengenai Inovasi dan Infrastruktur.