UNAIR Edukasi Peternak Wonosalam, Dorong Sentra Kambing–Domba dan Wisata Ternak
Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) yang digelar di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, pada akhir Desember 2025.
Kegiatan ini melibatkan tim gabungan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan Fakultas Vokasi (FV) UNAIR, dan berlangsung di Anjasmoro Valley. Sekitar 40 peternak dari Desa Carangwulung dan kawasan Ternak Park turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Acara dibuka oleh perwakilan Anjasmoro Valley, mitra Ternak Park, serta Ketua Pengabdian Masyarakat UNAIR, Prof. Jola Rahmahani. Dalam sambutannya, Prof. Jola menekankan besarnya potensi Desa Carangwulung untuk dikembangkan sebagai sentra peternakan kambing dan domba.
“Wonosalam memiliki modal alam yang sangat mendukung, mulai dari pakan yang melimpah, sumber air yang cukup, hingga lingkungan yang ideal untuk peternakan kambing dan domba,” ujar Prof. Jola. Ia berharap kawasan ini dapat menjadi sentra ternak kambing dan domba di Kabupaten Jombang sekaligus mendukung pengembangan agrowisata berbasis peternakan.
Kegiatan Pengmas ini juga relevan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Dalam sesi edukasi, para peternak mendapatkan berbagai materi sesuai kebutuhan lapangan, antara lain:
Strategi Pengendalian Mastitis pada Kambing dan Domba oleh Prof. Dr. Suwarno, drh., M.Si
Teknik Deteksi Kebuntingan untuk Efisiensi Usaha Peternakan oleh Dr. Trilas Sardjito, drh., M.Si
Penyusunan Paket Wisata Berbasis Peternakan oleh Dr. Sri Endah Nurhidayati, S.Sos., M.Si
Pengendalian mastitis menjadi perhatian utama karena penyakit ini dapat menurunkan produktivitas susu sekaligus membahayakan kesehatan ternak. Selain itu, pemahaman tentang kebuntingan ternak dinilai penting agar peternak mampu menyiapkan pakan dan manajemen pemeliharaan yang tepat.
“Kambing dan domba yang sehat, kandang yang bersih, serta lingkungan yang terawat dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Karena itu perlu disusun paket wisata yang memuat berbagai aktivitas di peternakan,” jelas Dr. Sri Endah.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik langsung, seperti pembuatan pakan fermentasi bergizi bersama Prof. Dr. M. Anam Al Arif, drh., MP, serta pemeriksaan penyakit mastitis di kandang ternak bersama Prof. Dr. Suwarno dan tim Pengmas yang dikoordinasikan oleh drh. Rury Mega Wahyuni.
“Mastitis adalah infeksi kelenjar susu yang bisa bersifat klinis maupun subklinis. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada ambing hingga berujung kematian induk,” terang Prof. Suwarno. Ia menegaskan bahwa mastitis masih menjadi tantangan besar bagi peternak kambing perah karena berdampak langsung pada stabilitas usaha.
Melalui kegiatan ini, UNAIR berharap kapasitas peternak lokal dalam mengelola usaha kambing dan domba dapat meningkat secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang baru melalui pengembangan wisata berbasis peternakan di Wonosalam. Sinergi antara akademisi, mitra usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong inovasi dan kesejahteraan peternak.

