Komunitas

Motret, Ngopi, dan Pulang ke Rumah: Kisah Hangat Komunitas Fotografi di Private Kopi

Suasana hangat dan penuh kreativitas terasa di Private Kopi, yang berlokasi di Jl. Raya Gading Pantai No. 1A Surabaya, saat puluhan pecinta seni fotografi Surabaya berkumpul dalam kegiatan motret bareng, (13/12/25). Tak sekadar berburu gambar, para fotografer juga saling berbagi ilmu, berdiskusi, serta menikmati sajian khas Private Kopi di tengah suasana hijau yang menenangkan.

Owner Private Kopi, Buyung Thamrin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sengaja digelar dengan mengundang berbagai komunitas fotografi untuk mengeksplorasi sudut-sudut kafe yang Instagramable, sekaligus memperkenalkan menu pilihan dengan harga yang ramah di kantong.

“Kami ingin Private Kopi menjadi ruang terbuka untuk berkreasi, berdiskusi, dan berkumpul,” ujar Buyung.

Di balik konsep kafe tersebut, tersimpan kisah personal yang penuh makna. Buyung menuturkan bahwa Private Kopi ia dirikan sebagai bentuk persembahan untuk sang ayah, Hartono, yang lebih senang menghabiskan waktu di rumah.

“Papa saya sering diajak keluar oleh teman-temannya, tapi beliau selalu menolak dan justru meminta mereka datang ke rumah. Beliau senang menjamu sendiri,” cerita Buyung, yang juga memiliki hobi ngopi, memancing, dan berkebun.

Berangkat dari kisah itu, Private Kopi dirancang dengan konsep senyaman rumah. Pengunjung bebas memilih tempat duduk, menikmati sajian kuliner di tengah rindangnya tanaman, serta merasakan suasana akrab layaknya bertamu ke rumah keluarga.

Nama Private Kopi sendiri dipilih untuk menegaskan konsep tempat yang terasa pribadi dan tertutup dari hiruk pikuk luar. Meski berada di kawasan kota, kafe ini memberikan kesan tenang dan intim, seolah berada di rumah sendiri. Private Kopi mulai dibuka untuk umum pada 25 November 2025.

“Pecinta kuliner bisa datang ke sini dan merasa seperti di rumah sendiri,” tambah Buyung.

Menariknya, Private Kopi juga merupakan kediaman keluarga Buyung dan sang ayah. Kehadiran kafe ini menjadi cara sederhana Buyung untuk memastikan ayahnya tetap merasa nyaman di rumah, dikelilingi keluarga serta aktivitas yang positif.

“Saya hanya ingin Papa saya betah di rumah, bersama kami dan staf kafe,” imbuhnya.

Sementara itu, Denny D’Colo, Ketua Unimaxx Photography Community, mengaku antusias terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan, dirinya dan Hartono merupakan teman lama, sehingga diminta turut meramaikan Private Kopi sekaligus mengajak komunitas fotografi Surabaya hadir dalam acara bertema “Mastering Light and Shadow”.

“Pencahayaan adalah elemen yang sangat penting dalam fotografi. Saya berharap sesi ini bisa memberi masukan bagi para pemula demi perkembangan seni fotografi,” ujar Denny.

Dalam kesempatan tersebut, Denny dengan tulus membagikan ilmu dan pengalamannya kepada para fotografer pemula. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap dunia fotografi sekaligus memperkuat jejaring antar komunitas.

Tak hanya itu, Denny juga menegaskan bahwa komunitas fotografi memiliki visi untuk turut membantu pelaku UMKM, termasuk Private Kopi yang masih tergolong baru, agar semakin dikenal dan menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak hanya menikmati fotografi, tetapi juga merasakan pengalaman kuliner serta suasana hangat yang ditawarkan Private Kopi. (Red)