Festival 1000 Botok Warnai Desa Gejagan, Unair Dorong Pelestarian Kuliner Lokal
Universitas Airlangga menggelar Festival 1000 Botok di Desa Gejagan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, sebagai bagian dari proyek mata kuliah Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE). Acara ini melibatkan mahasiswa, Pemerintah Desa Gejagan, UMKM, PKK, Pokdarwis, Bumdes, komunitas kuliner, KOSTI, hingga masyarakat umum.
Botok dipilih sebagai tema karena merupakan kuliner khas masyarakat Jawa yang mencerminkan kemandirian pangan melalui pemanfaatan bahan lokal. Beragam jenis botok disajikan, seperti botok jamur, lele, simbukan, tahu-tempe, hingga botok tawon.
Selain membagikan 1000 botok secara gratis, festival juga menampilkan parade sepeda tua, cooking class, diskusi pelestarian pangan lokal, pameran UMKM, dan pertunjukan seni tradisi. Menurut Dosen Pengampu MICE, Dr. Sri Endah Nurhidayati, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kuliner tradisional kepada generasi muda sebagai warisan budaya sekaligus peluang ekonomi.
Festival disambut antusias pengunjung dan dinilai mampu membuka wawasan tentang nilai sejarah dan filosofi di balik kuliner botok. Unair berharap kegiatan ini mendorong lebih banyak pihak untuk mengangkat kuliner tradisional sebagai bagian dari pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal. (Red)

