News

Ketika Noken dan Batik Cenderawasih Bicara di Panggung Internasional

MJEthnic Craft Indonesia hadir sebagai pelopor kewirausahaan sosial yang fokus memajukan potensi budaya Indonesia Timur ke pasar internasional. Didirikan oleh Sukma Ayu Mayangsari, S. Sosio—akrab disapa Mbak Ayu—perusahaan ini berkomitmen memperkenalkan karya anak bangsa melalui ragam produk otentik yang kaya cita rasa, nilai seni, dan cerita budaya mendalam.

“Kami bangga dapat memperkenalkan serta mendistribusikan produk unggulan khas nusantara, khususnya karya masyarakat Papua, baik secara offline maupun melalui www.mjethnicraftindo.com,” ujar Mbak Ayu. “Setiap karya memiliki jiwa, mewakili cerita leluhur dan warisan budaya yang patut dijaga.”

Lebih dari sekadar perdagangan, visi utama MJEthnic Craft Indonesia adalah memberdayakan perempuan—pelaku utama UMKM lokal—serta meningkatkan perekonomian masyarakat di pelosok negeri. Melalui setiap produk yang dipasarkan, MJEthnic Craft tidak hanya mengenalkan keindahan budaya dari Sabang hingga Merauke, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan menghadirkan dampak sosial berkelanjutan bagi para produsen lokal.

Sebagai perusahaan perdagangan global, MJEthnic Craft Indonesia konsisten memasok dan mengekspor beragam produk ramah lingkungan khas nusantara, terutama yang berasal dari Papua. Fokus utama adalah kerajinan dan kuliner berbahan tradisional serta alami—sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan dan otentisitas.

Jejak langkah MJEthnic Craft Indonesia telah menembus panggung internasional. Dalam ajang Fashion Week Melbourne dan Indonesia By The Harbour, Sydney, Mbak Ayu menampilkan eksotisme Noken Papua dan Batik Cenderawasih—mendobrak anggapan bahwa wastra nusantara hanya identik dengan Batik Jawa atau Tenun. Ia memperkenalkan kekayaan budaya Timur melalui Batik Cenderawasih Papua yang unik dan jarang diketahui publik internasional.

Perjalanan ini tidak berhenti di Australia. Eksibisi berlanjut melintasi Asia, Rusia, hingga Eropa dan memuncak di Negeri Kincir Angin. “Pada momentum exhibition di Uzbekistan, kami menampilkan busana adat Papua lengkap dengan rumbai dan mahkota. Kami bangga, karena baju adat Papua mendapat sambutan luar biasa dari pejabat negara sahabat,” ungkapnya.

Melalui kemitraan strategis dengan pemasok dan produsen lokal, MJEthnic Craft Indonesia hadir bukan sekadar sebagai perusahaan distribusi, melainkan sebagai jembatan yang menghubungkan pengrajin Indonesia dengan pasar global, memastikan bahwa warisan budaya negeri dapat diapresiasi dunia.

Resmi berdiri pada tahun 2022, perusahaan ini adalah bukti transformasi dari sebuah passion pribadi menjadi bisnis ekspor yang berdaya saing global. “Saat awal merintis toko daring untuk memasarkan kerajinan Papua, kami tidak menyangka antusiasme begitu besar. Pesanan dari berbagai negara menjadi titik balik dan mendorong kami membangun perusahaan secara serius,” kenang Mbak Ayu.

MJEthnic Craft Indonesia adalah cerminan mimpi besar yang tumbuh dari desa, melangkah ke dunia, dan kembali memberi manfaat bagi tanah yang melahirkannya. Red