APTIK Gelar Konferensi Internasional Bahas Inovasi Atasi Kemiskinan dan Krisis Lingkungan
Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) resmi membuka The 4th APTIK International Conference (AIC) yang berlangsung dua hari, 21–22 November, di Widya Mandala Hall, Kampus Pakuwon City Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS).
Konferensi ini merupakan kolaborasi tiga perguruan tinggi anggota APTIK di Surabaya: UKWMS, Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC), dan STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo (STIKVINC). Hadir Koordinator dan Wakil Koordinator JLPMA APTIK, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K) dan Prof. Dr. Henky Muljana, bersama para ketua LPPM perguruan tinggi anggota.
Mengusung tema “Bridging the Gap: Innovations for Poverty Alleviation and Environmental Sustainability,” konferensi ini menyoroti keterkaitan erat antara persoalan kemiskinan dan keberlanjutan lingkungan, terutama pascapandemi ketika pemulihan ekonomi kerap mengabaikan dampak ekologis.
Ketua AIC, Dr. Wahyudi Wibowo, menjelaskan bahwa konferensi bertujuan menjadi ruang dialog lintas disiplin untuk merancang inovasi transformasional, mulai dari teknologi tepat guna hingga model ekonomi hijau dan kebijakan publik inklusif.
Rektor UKWMS, apt. Sumi Wijaya, Ph.D., berharap inovasi dari sivitas akademika dapat mendorong pembangunan yang sinergis—mengentaskan kemiskinan tanpa mengorbankan keberlanjutan bumi.
APTIK menegaskan komitmennya terhadap SDGs, Rencana Induk Riset Nasional 2017–2045, serta semangat Laudato Si’, melalui penguatan kolaborasi penelitian lintas disiplin.
Konferensi ini menghadirkan empat pembicara utama internasional:
- Prof. Ir. Suryadi Ismadji, Ph.D. (UKWMS)
- Prof. Jhy Chern-Liu, Ph.D. (National Taiwan University of Science and Technology)
- Dr. Jovi C. Dacanay (University of Asia and the Pacific, Filipina)
- Prof. Dr. Lim Tong Ming (TARUMT, Malaysia)
Peserta datang dari 26 perguruan tinggi anggota APTIK serta kampus-kampus ASEACCU. Hasil diskusi dan riset diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi program kolaboratif untuk pengentasan kemiskinan dan pelestarian lingkungan di Indonesia. (Red)

