Perkumpulan Sosial KSHK Surabaya Rayakan Mooncake Festival, Satukan Warga Guangzhao
Perkumpulan Sosial Karya Surya Harapan Kesejahteraan (KSHK) atau 泗水广肇会馆 menggelar perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur yang dihadiri 500 warga Guangzhao dari Surabaya, Semarang, dan Malang.
Perayaan digelar secara meriah di Tristar Restaurant, (18/10/25).
Malam itu, aroma kebersamaan dan nostalgia menyelimuti setiap sudut ruangan, menghadirkan hangatnya suasana keluarga besar yang terpaut ribuan kilometer dari tanah leluhur.
Pembawa acara Rena Hartati membuka malam dengan kata-kata hangat, menyambut tamu dari tiga kota dan menaburkan doa-doa terbaik bagi semua. Tema acara tahun ini, “Angin Kelapa, Hujan Pisang dan Bulan Pertengahan Musim Gugur, Nuansa Guangdong dan Semangat Anak Negeri”, menegaskan bahwa meski terpisah jarak, hati mereka tetap bersatu dalam tradisi dan budaya.
Ketua Panitia Wijoyo Atmojo menyampaikan sambutan yang penuh kehangatan dan rasa syukur. Di tengah kata-katanya, ia mengajak semua hadirin berdiri sejenak untuk mengenang Anies Rungkat, sosok yang tak tergantikan dalam Perkumpulan Guangzhao Surabaya. Kehadirannya yang dikenang itu seakan menambah makna malam, mengingatkan semua akan ikatan persaudaraan yang abadi.
Ketua Perkumpulan KSHK Surabaya Chandra Wurianto Woo menegaskan bahwa perayaan ini lebih dari sekadar tradisi, tapi juga sebuah simbol solidaritas, cinta kasih, dan kepedulian antarwarga. Sejak lebih dari seratus tahun lalu, warga Guangzhao telah menanamkan akar mereka di Surabaya, saling mendukung dalam suka dan duka, serta aktif dalam kegiatan amal yang meringankan beban sesama.
Malam itu dihiasi oleh pertunjukan musik dan nyanyian dari ketiga kota. Solo merdu, duet harmonis, hingga paduan suara yang menggetarkan hati mengalun selaras dengan tawa dan tepuk tangan para penonton. Di sela-sela hiburan, pertukaran cendera mata antar-perwakilan semakin menguatkan persahabatan, menciptakan kenangan hangat yang tak terlupakan.
Ketika jam menunjukkan pukul 21.00, malam itu pun resmi berakhir. Namun, gema kebersamaan, semangat berbagi, dan indahnya persaudaraan tetap mengalir di hati setiap warga, bagaikan bulan yang terus menerangi malam, meski mereka jauh dari tanah kelahiran. (Red)

